Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan nilai transaksi aset kripto pada September 2025 mengalami penurunan 14,53 persen dibanding Agustus 2025.
“Nilai transaksi aset kripto periode September 2025 tercatat mencapai angka Rp38,64 triliun. Ini menurun 14,53 persen jika dibandingkan nilai transaksi Agustus 2025 yang tercatat Rp45,21 triliun,” terang Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Kamis, 9 Oktober 2025.
Hasan menyebut, akumulasi volume transaksi kripto hingga kuartal III 2025 sudah mencapai Rp360,3 triliun. Di sisi lain, jumlah konsumen aset kripto masih dalam tren peningkatan secara month to month (mtm).
“Per Agustus 2025, jumlah konsumen (kripto) berada dalam tren peningkatan, yaitu mencapai angka 18,08 juta konsumen, atau meningkat 9,57 persen jika dibandingkan posisi bulan Juli 2025, yang tercatat sebanyak 16,50 juta konsumen,” katanya.
Hasan menyebut kepercayaan konsumen dan kondisi pasar aset kripto dalam negeri tetap terjaga dengan baik.
Kata Hasan, OJK juga tengah memperkuat ekosistem perdagangan aset digital termasuk kripto. Salah satunya dengan menggodok aturan baru terkait perdagangan aset kripto.
“Kami di OJK sedang memfinalisasi RPOJK tentang perubahan POJK Nomor 27 Tahun 2024, tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital, Termasuk Aset Kripto,” ujarnya.
OJK juga sedang mempersiapkan SEOJK, terkait dengan penilaian kemampuan dan kepatutan, serta penilaian kembali bagi pihak utama di inovasi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More