Hingga Agustus 2024, PT Bank Mandiri Tbk. (Bank Mandiri) mencatat, nilai transaksi Kopra by Mandiri Rp14.000 triliun, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2024. (Foto: Dok. Bank Mandiri)
Jakarta – Bank Mandiri mencatat nilai transaksi Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri tembus Rp16.000 triliun atau tumbuh 15 persen secara tahunan (yoy) hingga kuartal III 2024.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri, telah berhasil mengelola 943 juta transaksi tumbuh 20 persen yoy.
“Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri, telah berhasil mengelola 943 juta transaksi tumbuh 20 persen yoy dengan nilai transaksi menembus Rp16.000 triliun atau tumbuh 15 persen yoy,” kata Darmawan dalam Paparan Kinerja Keuangan Kuartal III 2024, dikutip, Kamis, 31 Oktober 2024.
Baca juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp32,2 T ke 293 Ribu UMKM hingga Kuartal III 2024
Darmawan mengatakan platform digital super lengkap ini dapat melayani berbagai kebutuhan transaksi di manapun dan kapanpun, untuk berbagai segmen pebisnis, mulai dari korporasi hingga SME dengan jumlah pengguna lebih dari 200 ribu per September 2024.
Darmawan juga mengatakan, Kopra by Mandiri kini telah disempurnakan agar memberikan pengalaman yang jauh lebih baik kepada pengguna, dengan tetap berfokus pada tiga fungsi utamanya, yakni Cash Management, Value Chain, dan Trade yang bisa diakses secara single sign-on.
Baca juga: Transaksi Paylater Bank Mandiri Tumbuh 2,5 Kali Lipat di Kuartal III 2024
Kopra by Mandiri juga hadir dengan personalized management dashboard yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis serta berbagai tambahan fitur transaksi digital.
“Sebagai bank yang memiliki core competence di wholesale bank dengan all-rounder unique ecosystem, Bank Mandiri juga memiliki fokus dalam pemenuhan kebutuhan perbankan bagi pelaku bisnis, khususnya segmen korporasi,” terangnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More