Agen BRILink; Biaya transaksi lebih murah. (Foto: Budi Urtadi).
Jakarta – Agen BRILink PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menjadi garda terdepan dalam peningkatan inklusi keuangan. Dengan hadirnya para Agen BRILink, Bank BRI mampu memberikan layanan perbankan secara maksimal dan menjangkau hingga ke ujung negeri.
Kepala Desk Jaringan BRILink Agus Suprapto menyebutkan hingga Juli 2019, nilai transaksi melalui Agen BRIlink hingga bulan Juli 2019 telah menembus angka 390 triliun. “Nilai transaksi sudah Rp 390 triliun. Tahun lalu kan Rp512 triliun. Target tahun ini sekitar Rp600 triliun. Jadi sudah lebih dari setengah,” ujarnya di Jakarta, seperti dikutip, Senin, 2 September 2019.
Dengan target sebesar Rp600 triliun, Agen BRILink telah berhasil mencapai 65 persen angka transaksi yang ditargetkan. Selain itu, Agus juga menjelaskan, bahwa tiap harinya ada sekitar 1.6 juta transaksi melalui Agen BRILink. Bahkan menurutnya, di kampung yang padat transaksi dapat mencapai hingga 300 transaksi perhari.
“Dikampung yang sangat padat, itu penggunaan Laku Pandai (Agen BRILink) sangat ramai sekali. Bahkan, transaksi itu kadang-kadang bisa sampai 300 transaksi sehari,” jelas Agus.
Peningkatan nilai transaksi ini tak lepas dari naiknya minat masyarakat terhadap transaksi digital melalui para Agen BRILink. Menurut survei yang dilakukan tim peneliti Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sebelum melalui Agen BRILink, mayoritas nasabah belum pernah menggunakan layanan keuangan untuk transaksi seperti pembayaran tagihan air, pencairan bantuan sosial non tunai, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan, premi asuransi dan cicilan pinjaman.
Meningkatnya minat transaksi perbankan di masyarakat menunjukkan bahwa Agen BRILink telah berkontribusi langsung terhadap inklusi dan literasi keuangan. (*) Evan
Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More
Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More
Poin Penting IHSG turun 2,19% ke 7.026, dengan 530 saham melemah. Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin… Read More
Poin Penting Layanan BSI tetap berjalan normal di wilayah terdampak gempa, hanya satu cabang terkendala… Read More
Poin Penting Total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025, tumbuh 8,61 persen… Read More
Poin Penting Penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) Bank BPD Bali tumbuh signifikan, dengan sisi supply… Read More