Ekonomi dan Bisnis

Nilai Perdagangannya Naik 29%, RI-Rusia Targetkan Kolaborasi di 5 Bidang Ini

Jakarta – Indonesia dan Rusia telah menjalin hubungan yang erat selama ini. Bahkan, hubungan diplomasi yang baik antar kedua negara sudah terjalin sejak era orde lama. Hubungan diplomasi yang solid antara keduanya lalu berlanjut hingga kini.

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia naik 29% secara tahunan di tahun lalu, dengan nilai mencapai USD3,6 miliar. Nilai tersebut terdiri dari ekspor Indonesia ke Rusia yang mencapai USD1,4 miliar dan impor dari Rusia ke Indonesia yang sebesar USD2,1 miliar lebih. Nilai perdagangan tersebut diharapkan dapat menjadi semakin besar lagi di tahun ini.

“Dan tentunya nilai di data ini dapat menjadi lebih besar lagi. Oleh karena itu, saya berharap pertemuan bisnis antara Indonesia dan Rusia melalui Indonesia-Russia Trade, Tourism & Investment Forum (IRTTIF) 2023 yang akan dilaksanakan pada Mei tahun ini dapat membuka berbagai peluang baru antara Indonesia dan Rusia,” ujar Alexander Svinin selaku Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia untuk Indonesia saat menghadiri acara Konferensi Pers dan Mini Expo IRTTIF 2023 di Jakarta, Jumat, 17 Maret 2023.

Lebih lanjut, Alexander menyampaikan, ada lima sektor yang akan menjadi fokus kerjasama perdagangan kedua negara di waktu mendatang. Kelima sektor ini antara lain sektor agrikultur, barang-barang jadi, peralatan mesin, informasi teknologi, serta ekonomi kreatif dan pariwisata.

Untuk sektor teknologi informasi misalnya, Rusia yang terkenal akan kualitas pengembangan teknologinya siap menopang korporasi-korporasi Indonesia dari berbagai sektor untuk bidang teknologi. Rusia juga berencana untuk membantu pengembangan smart city bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Rusia adalah salah satu negara dengan kapasitas pengembangan IT yang maju. Kita juga punya banyak perusahaan vendor nasional yang memproduksi berbagai aplikasi untuk berbagai area dari B2B, B2C, maupun B2G. Lalu, tahun ini kita akan mengadakan Misi Spesial Pengembangan Teknologi Rusia-Indonesia pada Juni nanti, yang mana sekarang kita sedang dalam proses mengumpulkan dan memilih perusahaan Indonesia yang akan bergabung ke program tersebut,” terang Alexander.

“Saya berharap di antara perusahaan-perusahaan ini akan ada perusahaan dari segmen blockchain dan AI, smart city, siber security, serta perusahaan software yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi untuk UMKM. Akan ada 10 sampai 20 perusahaan teknologi Indonesia yang bergabung nanti,” tambahnya. Steven Widjaja

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Resmi! Turis Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia, Tak Perlu Tukar Uang

Poin Penting Warga Jepang kini bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia setelah izin QRIS… Read More

40 mins ago

Nasib Rupiah setelah Libur Lebaran di Tengah Perang dan Fiskal yang Bak di Tepi Jurang

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More

6 hours ago

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

14 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

17 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

17 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

18 hours ago