sports

Nilai Pasar Timnas Indonesia Tertinggi di ASEAN, Masih Jauh dari Jepang

Jakarta – Timnas Indonesia bakal menghadapi Jepang dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa, 10 Juni 2025, pukul 17.35 WIB, di Stadion Suita Football City Stadium, Osaka, Jepang. Para pecinta sepak bola di Tanah Air menaruh asa tinggi agar Jay Idzes dkk bisa memberikan hasil maksimal melawan tim Samurai Biru tersebut.

Meski laga ini tidak menentukan nasib kelolosan ke fase selanjutnya, duel Indonesia vs Jepang tetap menarik disimak dari sisi nilai pasar kedua tim tersebut. 

Diketahui, Jepang saat ini memuncaki klasemen dengan 20 poin dan telah lolos langsung ke Piala Dunia 20226. 

Baca juga: Sejarah! Timnas Indonesia Lolos Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Sementara itu, Indonesia sudah dipastikan gagal lolos langsung ke Piala Dunia 2026 via Grup C. Namun, setidaknya tim Garuda telah mengamankan tempat di ronde keempat.

Perbandingan Nilai Pasar Indonesia vs Jepang

Saat ini, nilai valuasi Timnas Indonesia menempati posisi keenam dalam pasar tim nasional di kawasan Asia, dengan nilai yang tergolong fantastis. Dinukil dari laman resmi TransfermarktSelasa, 10 Juni 2025, nilai pasar Timnas Indonesia tembus Rp527,5 miliar.

Baca juga: Jelang Lawan China, Ini 6 Pemain Timnas Indonesia dengan Nilai Pasar Tertinggi

Angka tersebut dihimpun dari nilai pasar 23 pemain yang memperkuat skuad Timnas Indonesia. Menariknya,  nilai itu menempatkan Indonesia sebagai negara dengan nilai tertinggi di Asia Tenggara.

Beberapa pemain Timnas Indonesia dengan nilai pasar tertinggi antara lain:

  1. Mees Hilgers: Rp112,98 miliar
  2. Jay Idzes: Rp86,91 miliar
  3. Kevin Diks: Rp78,22 miliar
  4. Emil Audero: Rp55,62 miliar

Sementara itu, Jepang memiliki nilai pasar yang lebih fantastis, yakni mencapai Rp2,51 triliun, berdasarkan data yang sama di laman Transfermarkt.

Beberapa pemain Jepang dengan nilai pasar tertinggi:

  1. Takefusa Kubo: Rp521,4 miliar
  2. Kaishu Sano: Rp347,63 miliar
  3. Zion Suzuki: Rp243,3 miliar
  4. Daici Kamada: Rp208,5 miliar. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

13 mins ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

6 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

8 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

14 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

14 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

15 hours ago