Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty di Jakarta, Rabu (28/1). (Foto: Steven Widjaja)
Poin Penting
Jakarta – Hubungan bilateral perdagangan Indonesia dan India kian menunjukkan dinamika positif dalam beberapa waktu terakhir. Perkembangan ini tak lepas dari menguatnya peran India sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru dunia.
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menilai hubungan ekonomi kedua negara tengah memasuki fase baru yang semakin progresif. Hal tersebut tecermin dari naiknya posisi India sebagai mitra dagang strategis Indonesia.
“India adalah tujuan ekspor terbesar ketiga bagi Indonesia. Terkadang kami tidak menyadarinya, kami tidak mengakuinya, tetapi setelah AS dan Tiongkok, itu adalah India,” kata Sandeep dalam acara India Night bertajuk Weaving Collaboration, Driving Investment di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Baca juga: Di AI Pre Summit 2026, Indonesia dan India Bahas Pengembangan Ekosistem AI Inklusif
Lebih lanjut, Sandeep mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia-India telah mencapai sekitar USD30 miliar dalam tiga tahun terakhir. Ia pun mendorong pembaruan Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN-India (AITIGA) yang telah berlaku selama 15 tahun.
Menurutnya, dinamika perdagangan global yang terus berubah telah memicu distorsi pajak di berbagai sektor komoditas, termasuk baja.
“Kita berharap kerja sama bilateral langsung antara India dan Indonesia bisa segera diwujudkan untuk memperbaiki distorsi ini,” beber Sandeep di hadapan para pengusaha dan pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, Sandeep menyebutkan delapan sektor utama yang menjadi fokus kerja sama RI-India, yakni kesehatan, teknologi digital, keuangan, mineral kritis, pangan, keamanan, pariwisata, dan pertahanan.
Fokus tersebut merupakan bagian dari kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi yang dicapai pada tahun lalu.
Baca juga: Prabowo Bertemu PM Modi, Bahas Impor Beras dan Pendidikan Kesehatan
Sejumlah kemajuan nyata pun telah terlihat, terutama di sektor kesehatan, teknologi digital, pangan, dan mineral kritis.
Dalam waktu dekat, Indonesia dan India juga akan meluncurkan inovasi baru untuk mendukung pelaku UMKM, yakni Indonesia Open Network (ION).
“Kita mengusulkan membawa teknologi jaringan terbuka ONDC dari India ke Indonesia. ION akan menjadi game changer bagi UMKM Indonesia agar bisa berjualan di platform digital dengan biaya sangat rendah,” tandasnya. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More
Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More
Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More
Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More
Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More
Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More