Pound masih tertekan
Jakarta – Nilai tukar Poundsterling melemah pada perdagangan Kamis, 20 Oktober 2016. Hal ini karena angka penjualan ritel yang datar sebesar 0% pada September menimbulkan kekhawatiran bahwa keyakinan konsumen sedang menurun.
Walau cuaca yang hangat disebut sebagai salah satu alasan dari rendahnya penjualan ritel, hal ini tidak berhasil menghentikan penjual untuk terus menekan Poundsterling.
Analis FXTM, Jameel Ahmad menilai, masalah proses Brexit yang sulit jelas mengganggu nilai tukar mata uang inggris saat ini. Data ekonomi hanya menjadi pertimbangan sampingan karena ketidakpastian situasi merusak ketertarikan investor terhadap mata uang ini.
Nilai tukar poundsterling, lanjutnya, tetap bearish secara fundamental di rentang waktu harian dan relief rally saat ini memberi peluang bagi investor bearish untuk menyeret harga turun ke 1.2150. (*) (Baca juga : Inflasi Eropa Diperkirakan Dibawah target…)
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More