Pound masih tertekan
Jakarta – Nilai tukar Poundsterling melemah pada perdagangan Kamis, 20 Oktober 2016. Hal ini karena angka penjualan ritel yang datar sebesar 0% pada September menimbulkan kekhawatiran bahwa keyakinan konsumen sedang menurun.
Walau cuaca yang hangat disebut sebagai salah satu alasan dari rendahnya penjualan ritel, hal ini tidak berhasil menghentikan penjual untuk terus menekan Poundsterling.
Analis FXTM, Jameel Ahmad menilai, masalah proses Brexit yang sulit jelas mengganggu nilai tukar mata uang inggris saat ini. Data ekonomi hanya menjadi pertimbangan sampingan karena ketidakpastian situasi merusak ketertarikan investor terhadap mata uang ini.
Nilai tukar poundsterling, lanjutnya, tetap bearish secara fundamental di rentang waktu harian dan relief rally saat ini memberi peluang bagi investor bearish untuk menyeret harga turun ke 1.2150. (*) (Baca juga : Inflasi Eropa Diperkirakan Dibawah target…)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More