BTN-Kemendagri; Kerja sama. (Foto: Paulus Yoga)
Usai menandatangai kerja sama dengan pihak Kemendagri, pihak BTN mengklaim akan mengembangkan kerjasama lanjutan terkait bisnis Bank BTN. Dwitya Putra
Jakarta–Dukung penerapan single identity, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bekerja sama dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang memiliki pusat data identitas Warga Negara Indonesia. Kerja sama ini merupakan langkah awal yang dibangun BTN terkait dengan sistem yang menyangkut identitas nasabah.
Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, rencananya pihaknya akan mengembangkan kerja sama lanjutan bersama Kemendagri tentang banyak hal terkait bisnis perseroan. Kerja sama ini diharapkan mempunyai nilai strategis bagi pengembangan bisnis kedua belah pihak.
“Diharapkan bisnis perbankan yang dimiliki oleh Bank BTN dengan dukungan jaringan layanan yang luas, sumber daya yang kompeten disamping dukungan IT modern dapat dimanfaatkan untuk keperluan Kemendagri,” kata Maryono di Jakarta, Senin, 7 September 2015.
Namun apa keuntungannya buat BTN? Terkait dengan kerja sama yang ditandatangani tersebut, menurut Maryono akan bermanfaat khususnya bagi BTN dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terkait dengan pelayanan akan lebih mudah dan cepat kepada calon nasabah, keakuratan dan kecepatan dalam proses validasi dan verifikasi terkait data nasabah, mempermudah proses pengkinian atau pembaharuan data demografi nasabah, mendukung perencanaan dan pengembangan produk dan jasa layanan perbankan.
Bank BTN per 30 Juni 2015 telah memiliki 820 kantor layanan (kovensional dan syariah), ditambah 4.000 layanan online di Kantor Pos, 1.830 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia dan terhubung dengan seluruh ATM jaringan dengan jumlah lebih dari 50.000 ATM. Bank BTN terhubung dengan jaringan Visa / Plus dan MEPS. Bank BTN juga telah memiliki elektronik banking dengan layanan mobile banking, portal BTN properti, internet banking baik untuk perorangan maupun korporat. Perseroan juga telah dilengkapi dengan kantor layanan prioritas sebanyak 34 kantor yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. (*)
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More