Michael menyebutkan, saat ini sektor properti banyak yang melakukan aksi menunggu dan menunda pengerjaan proyek terkait upaya mencari kepastian pasar pasca berlangsungnya sejumlah aksi demonstrasi.
Sementara itu, kata dia, sentimen negatif dari global yang mempengaruhi laju IHSG pada pengujung 2016 lebih dipengaruhi oleh terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden AS.
Dia mengungkapkan, sentimen negatif Trump untuk negara-negara lain juga terjadi di pasar valuta asing maupun pasar surat utang.
“Di pasar forex, bukan cuma rupiah yang melemah, hampir seluruh mata uang dunia melemah terhadap Dolar AS. Politik di AS telah menjadi global impact yang negatif bagi negara lain,” katanya.
Dia berharap, kepemimpinan Trump di AS tidak memicu praktik perang dagang terkait rencana AS yang akan menaikkan tarif impor.(*) Dwitya Putra
(Baca juga: Program Amnesti Pajak Dongkrak Pasar Modal)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Empat BPR/BPRS dilikuidasi akibat dampak bencana di wilayah Sumatra, dengan kondisi terparah dialami… Read More
Poin Penting Tabungan di atas Rp5 miliar melonjak 22,76% pada akhir 2025, didorong penempatan dana… Read More
Poin Penting Sucor Asset Management menggandeng Bibit untuk memasarkan produk DPLK melalui platform digital Kolaborasi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,46 persen ke level 8.951,01 dengan mayoritas saham terkoreksi dan… Read More
Poin Penting IHSG diyakini mampu menembus level 10.000 pada 2026 seiring pasar yang makin mandiri… Read More
Poin Penting Panji Irawan resmi efektif menjabat Dirut Bank Mandiri Taspen sejak 21 Januari 2026… Read More