Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali mengingatkan akan terjadinya potensi konflik perpecahan yang belakangan melanda negara di dunia.
“Semakin meningkatnya perpecahan dan ketegangan dengan semakin terkikisnya kepercayaan, secara bersama-sama akan meningkatkan fragmentasi, konfrontasi dan krisis dunia,” kata Guterres saat pembukaan KTT G20 di New Delhi, (9/9).
Baca juga: PBB Ungkap Dunia Butuh Dana Segini per Tahun untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sebelumya, dirinya juga menyampaikan hal yang sama dalam KTT ASEAN di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya, dunia tengah berada dalam momen transisi sulit, di mana masa depan bersifat multipolar, sementara lembaga-lembaga multilateral mencerminkan masa lalu.
“Itu lah sebabnya, mengapa saya datang ke New Delhi, karena kita tidak bisa terus menerus seperti ini,” tegasnya.
Guterres menyoroti terjadinya konflik perpecahan Myanmar, krisis di Laut China Selatan hingga krisis iklim. Ia menyambut baik pendekatan berkelanjutan ASEAN, terutama dalam menerapkan lima poin konsensus.
“Saya menyambut baik pendekatan ASEAN terhadap lima poin konsensus, dan saya mendesak semua negara untuk tetap mencari strategi terbaik untuk membantu Myanmar,” jelasnya, dikutip VOA Indonesia, Minggu, 10 September 2023.
Baca juga: Waspadai Geopolitik Global, Sri Mulyani Ajak Negara ASEAN Lakukan Ini
Selain itu, pihaknya juga mendesak otoritas militer di Myanmar untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak dan membebaskan tahanan politik. Ia juga berharap negara itu kembali kepada pemerintahan yang demokratis.
Sementara terkait krisis iklim, Guterres menyampaikan PBB telah menyerukan pakta solidaritas iklim yang melibatkan negara-negara penghasil emisi terbesar.
Tujuannya tak lain untuk melakukan upaya ekstra dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, dan memobilisasi dari sisi keuangan dan teknis untuk mendukung negara-negara berkembang. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More