Categories: Moneter dan Fiskal

Juni 2015, Neraca Perdagangan RI Surplus USD477 Juta

Nilai impor di bulan Juni 2015 yang mengalami penurunan lebih tajam bila dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama telah mendorong surplus neraca perdagangan sebesar USD477 juta. Rezkiana Nisaputra

Jakarta–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia Juni 2015 mengalami surplus sebesar USD477 juta. Surplus ini lebih rendah bila dibandingkan bulan sebelumnya sebesar USD950 juta. Sementara di bulan Januari-Juni 2015 tercatat mengalami surplus USD4,35 miliar.

Kepala BPS, Suryamin mengatakan, surplus neraca perdagangan Indonesia di Juni 2015 dikarenakan impor yang mengalami penurunan lebih tajam. Tercatat, nilai impor Indonesia Juni 2015 mencapai USD12,96 miliar atau menurun 17,42% jika dibandingkan Juni 2014. Namun jika dibandingkan Mei 2015 naik 11,63%.

Impor nonmigas Juni 2015 mencapai USD10,39 miliar atau turun 15,58% dibanding Juni 2014. Namun jika dibanding Mei 2015 naik 8,95%. Sementara pada Impor migas di bulan Juni 2015, mencapai USD2,58 miliar atau mengalami penurunan 24,06% dibanding Juni 2014, dan meningkat 23,89% dibanding Mei 2015.

Secara kumulatif, lanjut Suryamin, nilai impor Januari–Juni 2015 mencapai USD73,94 miliar atau turun 17,81% bila dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas USD13,10 miliar (turun 39,91%) dan nonmigas USD60,84 miliar (turun 10,74%).

“Impor Juni turunnya lebih tajam sehingga surplus, kita harapannya ke depan surplus bisa lebih baik lagi,” ujar Suryamin, di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2015.

Sedangkan nilai ekspor Indonesia di Juni 2015 mencapai USD13,44 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 5,91% dibanding ekspor Mei 2015, lalu jika dibanding Juni 2014 mengalami penurunan sebesar 12,78%. Ekspor nonmigas Juni 2015 mencapai USD11,98 miliar, naik 5,87% dibanding Mei 2015, sementara bila dibanding ekspor Juni 2014 turun 5,06%.

“Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juni 2015 mencapai USD78,29 miliar atau menurun 11,86% dibanding periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai USD68,30 miliar atau menurun 6,62,” tukas Suryamin.

Menurut Suryamin, peningkatan terbesar ekspor nonmigas di bulan Juni 2015 terhadap Mei 2015 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD261,7 juta (17,01%). Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar USD139,3 juta (23,63%). (*)

@rezki_saputra

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

18 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

1 hour ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

3 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

4 hours ago