Nasional

Neraca Perdagangan RI Januari 2026 Surplus USD0,95 Miliar, Nonmigas Jadi Penopang

Poin Penting

  • Badan Pusat Statistik mencatat neraca dagang Januari 2026 surplus USD0,95 miliar, memperpanjang tren 69 bulan beruntun
  • Non Migas Topang Surplus: Surplus non migas USD3,22 miliar, sementara migas defisit USD2,27 miliar.
  • AS dan Tiongkok Kontras: Surplus terbesar ke Amerika Serikat, defisit terdalam dengan Tiongkok.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatatkan surplus sebesar USD0,95 miliar. 

“Neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam Rilis BPS, Senin, 2 Maret 2026.

Penopang Surplus Januari 2026

Ateng menjelaskan surplus neraca perdagangan Januari 2026 ditopang oleh surplus pada komoditas non migas yang sebesar USD3,22 miliar. Dengan komoditas penyumbang surplus utama adalah lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Baca juga: RI Alami Inflasi 0,68 Persen di Februari 2026, Ini Pemicunya

Sedangkan, neraca perdagangan untuk komoditas migas menunjukkan defisit sebesar USD2,27 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah, hasil minyak dan gas.

Secara kumulatif, neraca perdagangan pada Januari 2026 mencatatkan surplus sebesar USD41,05 miliar, yang ditopang oleh surplus komoditas non migas yang sebesar USD60,75 miliar. Sementara, migas mengalami defisit sebesar USD19,70 miliar.

Adapun, tiga negara dengan surplus perdagangan terbesar Indonesia, yaitu Amerika Serikat (AS) mengalami surplus sebesar USD1,55 miliar. Kemudian, India surplus sebesar USD1,07 miliar dan Filipina surplus USD0,69 miliar.

Sementara itu, untuk tiga negara yang mengalami defisit terbesar, yaitu Tiongkok defisit sebesar USD2,47 miliar, Australia defisit USD0,96 miliar, dan Prancis defisit USD0,47 miliar.

Lebih rinci lagi, tiga negara penyumbang surplus non migas, yaitu AS mengalami surplus USD1,81 miliar, didorong oleh komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesorinya (rajutan).

Disusul, India surplus USD1,10 miliar dengan komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja. 

Kemudian, Filipina surplus USD0,69 miliar dengan komoditas kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral, serta lemak dan minyak hewani/nabati.

Baca juga: Ekspor RI Januari 2026 Naik 3,39 Persen Jadi USD22,16 Miliar

Negara Penyumbang Defisit

Sedangkan, tiga negara penyumbang defisit terdalam non migas yaitu, Tiongkok defisit USD2,62 miliar, dengan komoditas mesin dan peralatan elektrik serta bagiannya, mesin dan perlengkapan mekanis serta bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya.

Selanjutnya, Australia mengalami defisit USD0,84 miliar, dengan komoditas utama logam mulia dan perhiasan/permata, serealia dan bahan bakar mineral.

Sedangkan Prancis defisit USD0,47 miliar, dengan komoditas kendaraan udara dan bagiannya, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, serta minyak astiri, wewangian dan kosmetik. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Laporan dari Sidang Kasus Kredit Macet Sritex: Saksi Ahli, Bebaskan Para Bankir

Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More

14 hours ago

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

24 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

1 day ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

1 day ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

1 day ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

1 day ago