Categories: Ekonomi dan Bisnis

Negara Maju Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Global 2016

Jakarta–Ekonom Mandiri Sekuritas, Leo Putra Rinaldy mengatakan, ada perubahan struktural terhadap pertumbuhan ekonomi global di tahun 2016 mendatang. Dimana motor pertumbuhan perekonomian global tidak lagi di kendalikan oleh negara berkembang melainkan dikendalikan oleh negara maju.

“Global ekonomi ke depan yang biasanya di-driver negara berkembang mulai berubah ke negara maju seperti Amerika Serikat,” kata Leo di Gedung Mandiri Jakarta, Senin, 21 Desember 2015.

Leo menjelaskan, kedepannya resiko perekonomian global yang berpengaruh pada perekonomian domestik yaitu, The Fed yang menaikan suku bunga acuan secara gradual dan terbatas hingga menyentuh 1,25% dan perlambatan perekonomian Tiongkok.

Leo menyebut, kedua indikator tersebut akan mempengaruhi nilai tukar mata uang Indonesia yang akan diprediksi mengalami pelemahan.

Leo merincikan lebih jauh, namun, jika pertumbuhan Tiongkok jauh di bawah ekspektasi yaitu di bawah 6%, maka resiko pengaruh terhadap perekonomian Indonesia akan lebih besar dibandingkan pengaruh dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat (Fed Fund Rate).

“Jika pertumbuhan perekonomian China dibawah 6% pengaruhnya bukan hanya pada rupiah namun ke sektor moneter dan sektor riil,” tuturnya.

Dengan demikian, untuk pemulihan ekonomi dalam negeri, kata Leo, pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang mendukung sektor manufaktur serta penyediaan infrastruktur. Sebab, selama ini Indonesia selalu mengandalkan komoditas ekspor yang tengah melambat.

“Tahun depan akan cenderung berubah karena kecepatan pemulihan di setiap negara berbeda,” tuturnya. (*) Dwitya Putra

Paulus Yoga

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

3 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

3 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

4 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

4 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

5 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

5 hours ago