Ki-Ka : Donald Sianipar, Chairman of Supervisory Board, Standard Chartered Indonesia; Michael Spiegel, Global Head of Transaction Banking, Standard Chartered; Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital; Donny Donosepoetro OBE, CEO, Standard Chartered Indonesia; dan Dodi Soewandi, Kepala IT, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). (Foto: Istimewa)
Jakarta – Standard Chartered Indonesia mendorong inovasi terbaru di bidang treasury. Di tengah masifnya transformasi pembayaran digital, treasury memainkan peran yang semakin besar sebagai penggerak pertumbuhan dan ketahanan bisnis.
Hal itu diungkapkan CEO Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro dalam Indonesia Treasury Leadership Forum bertema “Blueprint untuk Treasury Masa Depan” di Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2025.
Menurut Donny, sekarang ini peran treasury di perbankan sudah jauh melampaui fungsi back office, tapi menjadi pendorong pertumbuhan dan ketahanan bisnis. Di berbagai industri, perusahaan-perusahaan mencari cara untuk menyatukan data, mengotomatisasi pengelolaan kas dan likuiditas, serta mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat.
“Di Standard Chartered, kami membantu mereka menghubungkan semua elemen tersebut dengan memadukan wawasan lokal, platform digital dan jaringan global kami untuk menjadikan treasury sebagai sebuah keunggulan kompetitif,” kata Donny.
Baca juga: Standard Chartered Indonesia Ungkap Strategi Perkuat Bisnis Transaction Banking
Melalui Treasury Leadership Forum, lanjut Donny, Standard Chartered ingin membawa diskusi dengan berbagi ide dan praktik terbaik ke Indonesia.
“Dan menunjukkan bagaimana fungsi treasury dapat diperkuat dan terhubung dengan berbagai peluang di jaringan internasional kami di tengah ekonomi yang semakin digital dan saling terhubung,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa transformasi digital di Indonesia berlangsung sangat masif. Saat ini, lebih dari 224 juta penduduk Indonesia sudah terhubung dengan internet.
Nilai ekonomi digital Indonesia pun diperkirakan lebih dari USD150 miliar pada 2030, dan menyumbang hampir 10 persen terhadap PDB nasional.
Di tengah dunia yang bergerak cepat, Indonesia harus beradaptasi dan melakukan adopsi digital, sehingga bisa menjadi kekuatan.
“Menjadikan BI-FAST sebagai tulang punggung data bagi kecerdasan treasury berbasis AI, mewujudkan QRIS lintas batas sebagai jembatan pembayaran real-time pertama di ASEAN, serta membangun inovasi keuangan yang tepercaya, inklusif, dan berciri khas Indonesia,” ujarnya.
Sebagai informasi, Treasury Leadership Forum mempertemukan para pembuat kebijakan, pelaku industri, fintech, hingga corporate treasurer untuk mengupas strategi mengakselerasi adopsi digital di Indonesia, sekaligus membekali mereka dengan berbagai inovasi terbaru di bidang treasury management.
Forum tahunan Standard Chartered ini baru pertama kalinya digelar di Indonesia. Forum ini juga diisi dengan dua sesi panel diskusi.
Sesi pertama mengambil tema Bertema Building Trust, Speed and Scale in Indonesia’s Digital Payment Era, sesi ini membahas peran BI-FAST, QRIS, dan interoperabilitas dalam mendorong inklusi dan efisiensi keuangan.
Baca juga: Standard Chartered-IFC Dorong Permodalan Swasta di Sektor Air dan Limbah RI
Sedangkan sesi kedua bertemakan Digital Treasury in Action: Embedding Innovation in Day-to-Day Operations.
Adapun para narasumber dalam sesi panel ini adalah Kepala IT Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Dodi Soewandi; Managing Director Xendit Indonesia, Mikiko Steven; Global Head of Transaction Banking Standard Chartered, Michael Spiegel; Direktur Solusi Bangun Indonesia, Joan Aman; Director KPMG Indonesia, Al Baaqi Khadafi; dan CEO Zensung, Amod Dixit. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More