Keuangan

Nasib Karyawan Mandala usai Merger dengan Adira

Poin Penting

  • Seluruh karyawan Mandala mendapat pesangon penuh sebelum ditawarkan bergabung kembali ke Adira Finance.
  • Sekitar 98 persen karyawan Mandala memilih bergabung, sementara sebagian kecil memanfaatkan pesangon untuk memulai bisnis.
  • Pasca merger, total karyawan Adira mencapai 30 ribu orang dengan jaringan lebih dari 850 cabang dan 2,6 juta pelanggan aktif.

Bekasi – Merger PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) ke dalam PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) per 1 Oktober 2025 bukan hanya soal penyatuan aset, jaringan, dan portofolio bisnis. Di balik itu, ada dinamika sumber daya manusia (SDM) yang menyangkut nasib karyawan Mandala.

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menegaskan bahwa seluruh karyawan Mandala mendapat perlakuan sesuai aturan. Hak-hak pekerja sepenuhnya dibayarkan, termasuk pesangon, sebelum mereka ditawarkan kesempatan untuk bergabung kembali dengan Adira Finance.

Namun, ada konsekuensi penting, yakni masa kerja di Mandala tidak dibawa ke Adira. Setiap karyawan yang menerima tawaran bergabung harus memulai dari “nol” di struktur organisasi Adira.

“Seluruh karyawan Mandala itu diberikan hak mereka, pesangonnya di Mandala. Lalu di Adira Finance di-offering untuk start mulai dari nol lagi. Jadi masa kerja tidak dibawa. Offering sudah disesuaikan dengan organisasi di Adira. Dan hanya sekitar 2 persen saja yang menolak menerima offering tersebut,” jelas Made saat ditemui usai acara Seremoni Efektif Penggabungan Adira dan Mandala di Bekasi, Rabu, 1 Oktober 2025.

Baca juga: Merger Selesai, Integrasi Jadi PR Besar Adira Finance dan Mandala Finance

Dengan skema ini, sekitar 98 persen karyawan Mandala akhirnya memilih bergabung, sementara sisanya memilih jalan lain. Menariknya, survei internal menunjukkan hampir setengah dari kelompok kecil yang menolak bergabung justru berencana memulai bisnis sendiri, memanfaatkan modal kerja dari pesangon yang mereka terima.

“Ada dari survei internal, setengahnya lebih dari 2 persen yang nggak join Adira, mereka mau memulai bisnis. Karena memang dapat modal kerja kan,” tambah Made.

Baca juga: Setelah Mandala, Adira Finance Kini Akuisisi Portofolio Arthaasia Finance

Pasca merger, total karyawan Adira Finance kini mencapai sekitar 30 ribu orang. Merger ini memperkokoh Adira sebagai salah satu pemain terbesar di industri pembiayaan, dengan jaringan lebih dari 850 cabang dan satellite, melayani 2,6 juta pelanggan aktif. (*) Alfi Salima Puteri

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

3 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

4 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

5 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

5 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

5 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

6 hours ago