Keuangan

Nasib Bank yang Dihutangi Waskita, BUMN Pastikan Retrukturisasi Selesai Agustus 2023

Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan akan menyelesaikan restrukturisasi utang PT Waskita Karya (WSKT) kepada perbankan pada Agustus 2023.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wiroatmodjo menjelaskan, bahwa pihaknya tengah melakukan negosiasi dengan perbankan untuk menyelesaikan utangnya.

Baca juga: Tiru Garuda Indonesia, Restrukturisasi jadi Jalan Akhir Selamatkan Waskita Karya (WSKT)

“Kita harusnya selesai Agustus ini, paling lambat November. Waskita sekarang lagi negosiasi dengan bank. Bank hampir semua cukup mendukung restrukturisasi Waskita, kita lagi diskusi dengan pemegang obligasi ya,” ujar Tiko saat ditemui awak media, di JCC Jakarta, Selasa 22 Agustus 2023.

Dia menjelaskan, perbankan sebanyak 85 persen sudah sepakat dengan skema saat ini. Sementara, kepada pemilik obligasi dan vendor masih didiskusikan untuk mendapat kesepakatan agar tidak dirugikan.

“Berikutnya sama teman obligasi dan vendor, akan coba diskusi dan semoga bisa win win solution ke semua orang, karena ini kondisi berat, dan kita all out di pemerintah. Dulu kan ada PMN, bentuk jaminan, ada juga penyelesaian PSN (proyek strategis nasional),” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan bahwa akan mendorong WSKT untuk melakukan proses restrukturisasi, seperti yang telah dilakukan Garuda Indonesia, Perkebunan Nusantara (PTPN) ataupun BUMN lainnya.

Berdasarkan keberhasilan restrukturisasi dari beberapa BUMN tersebut, Erick percaya bahwa restrukturisasi WSKT pun akan mengalami hal yang sama karena didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus positif sebesar 5,17 persen di kuartal II 2023.

Baca juga: Imbas Waskita Karya (WSKT) Gagal Bayar Utang, Bank Himbara Bakal Batasi Kredit ke BUMN Karya?

Menurut laporan keuangan perusahaan menunjukkan, liabilitas atau utang WSKT sebesar Rp84,37 triliun pada kuartal I 2023. Angka tersebut sangat tinggi, setara 86% dari total asetnya yang sebesar Rp98,22 triliun. Sementara ekuitas atau modalnya hanya Rp13,84 triliun.

Komponen utang tersebut beragam, salah satu yang jumbo adalah utang bank jangka panjang. Utang yang berasal dari perusahaan atau induk terdiri dua bagian, yakni berdasarkan perjanjian restrukturisasi induk dan sindikasi modal kerja. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Nasib Rupiah setelah Libur Lebaran di Tengah Perang dan Fiskal yang Bak di Tepi Jurang

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More

4 hours ago

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

12 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

15 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

15 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

15 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

17 hours ago