Categories: PerbankanTeknologi

Nasabah Naik Dua Kali Lipat, Bank Neo Commerce Diambil Akulaku?

Jakarta – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) baru saja memperoleh izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengimplementasikan fitur Digital Customer Onboarding atau pembukaan rekening nasabah baru secara online/digital dalam aplikasi neo+ miliknya. Melalui fitur ini, calon nasabah dapat dengan lebih mudah dan cepat membuka rekening BNC karena seluruh prosesnya dilakukan secara online.

Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan menjelaskan, ada tiga tahap untuk membuka rekening, yakni isi data diri dan kata sandi, unggah KTP, dan terakhir proses verifikasi dengan unggah foto diri atau selfie yang kesemua prosesnya dilakukan hanya dalam dua menit

“Kehadiran layanan pembukaan rekening secara online dalam aplikasi neo+ sangat memudahkan calon nasabah untuk menjadi Neo Customers. Kami percaya layanan ini akan memberikan pengalaman baru bagi para calon Neo Customers dalam menggunakan layanan bank digital yang kini menjadi lebih mudah, nyaman dan aman”ujar Tjandra

Ke depannya, tambah Tjandra, BNC akan terus menyediakan inovasi-inovasi lanjutan untuk memenuhi kebutuhan para Neo Customers.

Sebelumnya, BNC telah mengumumkan pencapaiannya mendapatkan lebih dari enam juta nasabah yang sudah menggunakan layanan BNC. Pada periode 3 – 10 September, neo+ telah menambah lebih dari 730 ribu Neo Customers dari seluruh Indonesia. Melonjak jauh dibandingkan periode 27 Agustus – 2 September yang hanya bertambah sejumlah 350 ribu nasabah. Hal tersebut terjadi berkat layanan pembukaan rekening secara online yang telah didapatkan izinnya minggu lalu.

Tjandra mengungkapkan, pencapaian ini merupakan bentuk antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap BNC yang telah melakukan berbagai upaya konstruktif untuk meningkatkan fundamental perusahaan dan sistem teknologi BNC sejak bertransformasi menjadi bank digital.

Pertumbuhan jumlah nasabah BNC  yang eksponensial merupakan wujud nyata dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap BNC. Beberapa layanan dan produk inovatif yang sudah ada di aplikasi neo+ diantaranya adalah Neo Jurnal yang membantu nasabah untuk mengatur keuangannya, Phone-transfer dan juga interaksi antar nasabah berbasis chat via neo+ serta berbagai promosi menarik.

Ke depannya BNC akan terus memberikan berbagai layanan dan produk menarik, seperti diantaranya QRIS, PPOB, Lifestyle services, Direct Loan, dan Direct Debit. BNC berharap seluruh Neo Customers dapat merasakan manfaat dari kehadiran perusahaan sebagai pelopor bank digital di Indonesia yang selalu menciptakan produk serta layanan inovatif.(*)

 

Dalam rencana bisnis kedepan, pada Semester II tahun ini, BNC berencana untuk menggelar rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk meningkatkan modal inti BNC minimal Rp 3 triliun di akhir 2021. Selain itu, BNC juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menyetujui pengambilalihan BNC oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia pada 20 September 2021 mendatang.(*)

Apriyani

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

29 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

1 hour ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

1 hour ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

1 hour ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

1 hour ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

1 hour ago