Jakarta – Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Jiwasraya) yang menolak rekayasa restrukturisasi, yakni nasabah bancassurance pada hari ini, 16 April 2025 melakukan pertemuan untuk memenuhi undangan Tim Likuidasi (TL) Jiwasraya.
Tujuan utama dari para nasabah tersebut adalah untuk meminta pengembalian premi kembali utuh sesuai dengan perjanjian polis dan ingin mendengarkan rencana kegiatan Tim Likuidasi secara legalitas sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 28 Tahun 2015 Pasal 6 ayat (1C) dan Undang-undang No.40 Tahun 2014 tentang perasuransian.
Wakil Nasabah Jiwasraya Bancassurance, Machril, menginginkan sebagai pemegang polis para nasabah dilibatkan dalam pelaksanaan likuidasi sebagai kreditor preference secara teknis dan aktif agar dilibatkan secara langsung dan bersama-sama dengan Tim Likuidasi sehingga dapat mengawasi apa yang dikerjakan.
Machril menuturkan dalam audiensi yang dihadiri 35 orang anggota Konsolnas, meminta nilai kewajiban polis per 31 Desember 2020 untuk dibayarkan secara tunai sekaligus selambat-lambatnya tanggal 15 Mei 2025.
“Juga meminta laporan keuangan tahun 2023 dan 2024, selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak pertemuan ini, meminta kepada Jiwasraya (dalam likuidasi) untuk dapat menyampaikan total aset yang tersisa,” ucap Machril kepada media di Jakarta, 16 April 2025.
Baca juga: Kresna Life Tamat! Bagaimana Nasib Penyelesaian Klaim Pemegang Polis?
Di samping itu, Anggota Tim Likuidasi Jiwasraya, Iswadi, menyebutkan saat ini pihaknya belum dapat memastikan pembayaran premi para nasabah tersebut akan dilakukan sebelum atau sesudah masuk tahap likuidasi dikarenakan perlunya perhitungan besaran aset yang tersisa.
“Berapa kewajiban keseluruhan yang ada, dilihat di POJK 28 diatur, kalau aset lebih besar dibayarkan, sesuai dengan kewajiban masing-masing, kalau asetnya lebih kecil dari kewajiban, itu kalau gak salah dibilang secara proporsi di POJK 28,” ujar Iswadi dalam kesempatan terpisah.
Adapun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-9/D.05/2025 tanggal 16 Januari 2025 telah mencabut izin usaha di Bidang Asuransi Jiwa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang beralamat di Jalan Ir. H. Juanda nomor 34, Jakarta Pusat.
Baca juga: OJK Bakal Tindak Tegas 6 Perusahaan Asuransi yang Belum Punya Aktuaris
Pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di bidang asuransi jiwa merupakan bagian dari serangkaian tindakan pengawasan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka melindungi kepentingan pemegang polis dan/atau tertanggung.
Sejak pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Pemegang Saham, Direksi, Dewan Komisaris, dan Pegawai PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dilarang mengalihkan, menjaminkan, mengagunkan atau menggunakan kekayaan, atau melakukan tindakan lain yang dapat mengurangi aset atau menurunkan nilai aset PT Asuransi Jiwasraya (Persero). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More
Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More