Nama Ganjar Hingga Mahfud MD Bisa Katrol Elektabilitas Airlangga Sebagai Capres

Nama Ganjar Hingga Mahfud MD Bisa Katrol Elektabilitas Airlangga Sebagai Capres

Nama Ganjar Hingga Mahfud MD Bisa Katrol Elektabilitas Airlangga Sebagai Capres
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, jika Airlangga Hartarto maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024, maka akan lebih baik jika Calon Wakil Presiden (cawapres) diambil dari eksternal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

“Jadi kalau skemanya jika JK mendukung Airlangga dan Airlangga (menjadi) capres di KIB, maka cawapres diambil dari eksternal. Bagus-bagus saja cawapres bukan diambil dari internal, karena Zulhas tidak mengantrol elektabilitas Airlangga, maka yang mengantrol adalah dari eksternal,” ujarnya dikutip 19 September 2022.

Menurutnya, cawapres dari eksternal diharapkan bisa mendongrak elektabilitas Airlangga. Ada beberapa nama yang bisa dipertimbangkan seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Menko Polhukam Mahfud MD.

“Itu yang bisa mendongkrak KIB atau Airlangga, Ganjar, Khofifah, Mahfud MD. Itu hal positif menurut saya seandainya skema itu terjadi. Karena ini semua masih panjang, masih dinamis, masih terus berjalan sesuai dengan perkembangan dinamika politik yang terjadi ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Adi Prayitno mengungkapkan bahwa manuver Jusuf Kalla (JK) yang memberikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sebagai upaya untuk mencari ‘teman’ bagi Anies Baswedan. 

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke Airlangga. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse Airlangga itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan mesin politik dan teman bagi Anies Baswedan untuk maju di 2024,” kata Adi.

JK sudah lama kenal dengan Anies Baswedan, dan sering disebut sebagai mentornya. Sementara dalam kapasitasnya sebagai sesepuh partai dan king maker. Anies kata dia, meski di endorse oleh Partai Nasdem, namun belum tentu akan berkoalisi dengan PKS maupun Partai Demokrat.

“Pak JK sebagai salah satu tokoh senior, king maker, sedang mencari partai dan partner koalisi yang paling mungkin diajak kerjasama,“ jelasnya.

Sebelumnya, JK mengatakan, “Sering orang bertanya, ‘Bapak dukung siapa?” “Sederhana saya jawab, saya dukung calon Pak Airlangga yang bisa membawa, memimpin negeri ini menuju kemajuan, kemakmuran yang berkeadilan, itu saja,” jawab JK. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]