Ekonomi dan Bisnis

Naik 47%, Adhi Karya Catat Laba Bersih Rp81,2 M

Jakarta – PT Adhi Karya Persero Tbk (ADHI) melaporkan kinerja audited tahun 2022 yang menunjukan adanya peningkatan laba bersih sebesar 47% menjadi Rp81,2 miliar di tengah terjadinya peningkatan harga energi dan komoditas akibat ketidakpastian global.

Corporate Secretary ADHI, Farid Budiyanto menjelaskan, untuk pendapatan atau revenue, ADHI mencatat pertumbuhan sebesar 18% menjadi Rp13,5 triliun dari Rp11,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sedangkan Ekuitas ADHI bertambah dari Rp5,7 triliun di tahun 2021 menjadi Rp8,8 triliun di 2022 atau meningkat 56% dibanding tahun sebelumnya,” ucap Farid dalam keterbukaan informasi dikutip, 7 Maret 2023.

Meski begitu, ADHI mencatatkan total liabilitas yang berkurang menjadi Rp31,2 triliun di 2022 dari Rp34,2 triliun tahun sebelumnya atau menurun 9% dan berhasil melakukan profiling liabilitas jangka pendek menjadi jangka panjang atas obligasi yang dimilikinya.

Tidak hanya itu, ADHI membukukan arus kas net operasi yang positif di tahun 2022 sebesar Rp1,2 triliun yang dikontribusikan dari penerimaan cash in dari piutang-piutang yang ada termasuk dari proyek-proyek besar sepanjang tahun 2022.

“Hal ini menunjukan konsistensi ADHI dalam menjaga arus kas net operasi positif selama lima tahun terakhir,” imbuhnya.

Adapun, perbaikan kinerja Perseroan sesuai dengan guidance Perusahaan dan didukung oleh upaya-upaya yang telah dilakukan antara lain penagihan piutang-piutang yang semakin membaik.

Lalu, bersikap prudent dalam pemilihan proyek baru, disiplin dalam pengelolaan cashflow, penerapan skema project financing dan funding scheme yang sesuai pada setiap proyek, serta kedisiplinan operasional excellent yang meningkat. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

9 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

9 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

10 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

10 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

11 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

12 hours ago