Perbankan

Berjaya di Ritel, Cuan BSI Naik 40,68%

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) hingga Desember 2022 mencatat laba bersih sebesar Rp4,26 triliun atau tumbuh 40,68% secara tahunan dari Rp3,02 triliun pada periode sebelumnya.

Direktur Utama BRIS, Hery Gunardi, mengatakan bahwa hingga tahun 2022 mencatat aset sebesar Rp305,73 triliun atau tumbuh 15,24% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp265 triliun.

“Alhamdulillah, di tahun kedua sejak berdirinya BSI mampu mencetak laba impresif. Pencapaian ini membuktikan strategic response BSI yang tepat untuk meraih pertumbuhan bisnis yang sehat, penghimpunan dana masyarakat, menjaga sustainability pertumbuhan yang fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah, serta menjaga kualitas aset,” ucap Hery di Jakarta, 1 Februari.

Selain itu, kinerja positif tersebut didorong oleh pertumbuhan bisnis yang sehat dari segmen retail dan wholesale serta didukung oleh peningkatan dana murah, kualitas pembiayaan yang baik, efisiensi dan efektivitas biaya dan fee based income (FBI).

Kemudian, Dana pihak ketiga (DPK) di Desember 2022 mencapai Rp261,49 triliun atau tumbuh 12,11% dari Rp233 triliun di 2021. Sedangkan untuk pembiayaan perusahaan mencatatkan pertumbuhan hingga 21,26% atau menjadi Rp207,70 triliun di 2022.

Sedangkan ROA Desember 2022 berada di level 1,98% lebih tinggi dari tahun sebelumnya, sejalan dengan itu ROE berada di level 16,84% di Desember 2022. Hery menjelaskan kualitas pembiayaan yang disalurkan juga turut membaik, tercermin dari rasio NPF gross di Desember 2022 sebesar 2,42% mengalami perbaikan dari tahun 2021 yang sebesar 2,93%.

Sementara dari sisi efisiensi BOPO BSI mengalami tren yang terus membaik dari sebesar 80,46% di Desember 2021 menjadi 75,88% di Desember 2022 dan dari segi jumlah nasabah BSI mencatat peningkatan nasabah hingga 17,78 juta di tahun 2022.

Adapun, kinerja positif yang dicatatkan oleh BSI tersebut berdampak pada peningkatan pajak perusahaan sebesar Rp1,25 triliun di tahun 2022 dan zakat perusahaan sebesar Rp141 miliar.

BSI meyakini kinerja positif di tahun 2022 akan terus berlanjut di tahun 2023, dimana perseroan sedang berfokus untuk membangun Islamic Ecosystem dan memperkuat Ziswaf untuk kepentingan umat.

“BSI siap membawa babak baru industri keuangan syariah melalui business model layanan keuangan, sosial dan spiritual yang dapat menjawab segala kebutuhan nasabah,” imbuhnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

3 mins ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

36 mins ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

1 hour ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

2 hours ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

2 hours ago