Pedestrians wear face masks to help prevent the spread of the coronavirus, Wednesday, April 1, 2020, in Pyongyang, North Korea. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (AP Photo/Cha Song Ho)
Jakarta – Kasus Covid-19 di Singapura mengalami lonjakan drastis dalam sepekan terakhir. Kementerian Kesehatan setempat mencatat, terjadi peningkatan dua kali lipat pada periode 19-25 November 2023.
Adapun, angka kasus infeksi di negeri Singa tersebut tembus 22.094 kasus. Padahal, pada pekan sebelumnya, angkanya tercatat 10.726 kasus Covid-19.
Berdasarkan keterangan kementerian tersebut, peningkatan jumlah kasus Covid-19 kemungkinan karena memasuki musim perjalanan akhir tahun. Di mana, kekebalan penduduknya berkurang.
Baca juga: Awas! Kasus Cacar Monyet di RI Bertambah Jadi 38 Kasus
Meski terjadi peningkatan, namun tidak diikuti dengan lonjakan jumlah rawat inap di rumah sakit setempat lantaran Covid-19.
“Rata-rata kasus rawat inap dan ICU harian tetap stabil,” kata Kementrian Kesehatan setempat, dinukil CAN, Senin, 4 Desember 2023.
Kementerian Kesehatan pun mengingatkan masyarakat agar tetap melanjutkan vaksinasi. Bagi kelompok berisiko diharapkan untuk mendapatkan kembali dosis tambahan atau booster.
“Dosis tambahan diberikan kepada mereka yang terakhir kali mendapatkan dosis terakhir sekitar setahun lalu, hal ini direkomendasikan bagi orang yang berusia 60 tahun ke atas, orang yang rentan secara medis, dan di panti jompo,” jelasnya.
Berdasarkan catatan kementerian kesehatan, varian virus EG.5 dan juga sub-keturunan yakni HK.3, masih menjadi subvarian dominan secara lokal.
Di mana, per 27 November 2023 saja, subvarian virus ini mencakup lebih dari 70 persen kasus di Singapura.
Baca juga: Kredit Restrukturisasi Covid-19 Turun Rp9,17 Triliun, Sisanya Tinggal Segini
“Saat ini, tidak ada indikasi bahwa subvarian utama lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan varian lain yang beredar,” terangnya.
Kendati begitu, secara keseluruhan kasus penyakit pernapasan di Singapura, terutama yang menyerang anak-anak tetap stabil. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More