Jakarta – Industri asuransi terus menunjukkan kinerja positif di tengah tantangan ekonomi global. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga akhir Oktober 2024, akumulasi pendapatan premi asuransi komersial mencapai Rp271,63 triliun, tumbuh 2,80 persen secara year on year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan peningkatan ini mencerminkan soliditas sektor asuransi dalam menjaga kepercayaan konsumen dan mendorong pertumbuhan bisnis.
“Dari total pendapatan premi tersebut, asuransi jiwa mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,74 persen yoy, sementara asuransi umum dan reasuransi tumbuh 2,87 persen yoy,” ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan November 2024, secara virtual, Jumat (13/12).
Baca juga: OJK Terima 31.099 Aduan, Paling Banyak Soal Bank dan Fintech
Ogi menjelaskan bahwa capaian ini didukung oleh pengelolaan risiko yang baik dan permodalan yang kuat.
Dari sisi aset, industri asuransi komersial mencatatkan total aset sebesar Rp914,03 triliun, meningkat 4,31 persen yoy. Kenaikan ini menjadi indikasi kuatnya dukungan finansial dan efisiensi operasional yang dilakukan oleh pelaku industri.
Secara keseluruhan, industri asuransi menunjukkan rasio risk-based capital (RBC) yang jauh di atas ambang batas regulasi.
“RBC industri asuransi jiwa tercatat sebesar 436,70 persen, sedangkan asuransi umum dan reasuransi sebesar 316,85 persen. Angka ini jauh di atas threshold 120 persen, menandakan permodalan yang sangat solid,” kata Ogi.
Sementara itu, sektor asuransi nonkomersial mencatat penurunan total aset sebesar 2,20 persen yoy menjadi Rp219,55 triliun.
Baca juga: OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 10,92 Persen di Oktober 2024
Namun, industri dana pensiun menunjukkan kinerja yang mengesankan dengan total aset mencapai Rp1.500,18 triliun, tumbuh 10,35 persen yoy.
“Pertumbuhan ini didorong oleh program pensiun wajib yang mencatat kenaikan aset sebesar 11,97 persen yoy menjadi Rp1.120,68 triliun,” imbuh Ogi. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai penetapan UMP 2026 memiliki pro dan… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More