Perbankan

Naik 24,3% CIMB Niaga Cetak Laba Rp5,09 Triliun di 2022

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan laba bersih (konsolidasi) sebesar Rp5,09 triliun di sepanjang 2022, atau mengalami kenaikan 24,35% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan dengan laba bersih di 2021 sebesar Rp4,09 triliun.

Sedangkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) tercatat sebesar Rp6,6 triliun pada tahun 2022. Catatan perolehan laba kotor ini juga melesat sebesar 26,7% (yoy) dan juga menghasilkan earnings per share Rp202,2.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, di tengah pemulihan dan kebangkitan ekonomi Indonesia dari tantangan global, pihaknya dapat menangkap peluang dalam mendorong pertumbuhan Bank.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan berkelanjutan dari para stakeholders, sehingga CIMB Niaga bisa menutup tahun 2022 dengan kinerja yang menggembirakan,” katanya seperti dikutip, Jumat 17 Februari 2023.

Adapun untuk pertumbuhan kredit di tahun 2022 tercatat sebesar 9,4% (yoy) menjadi Rp199 triliun (atau Rp197 triliun di luar pembiayaan Salam), terutama berasal dari pertumbuhan pada bisnis Corporate Banking sebesar 12,1% yoy dan Consumer Banking tumbuh 11,8% yoy.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tercatat tumbuh sebesar 7,0% yoy, sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 35,3% yoy, termasuk kontribusi dari anak perusahaan, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF).

Ia mengungkapkan, 5 pilar strategi CIMB Niaga termasuk program transformasi digital di seluruh segmen bisnis tetap menjadi prioritas strategis jangka panjang.

Di tahun 2023, CIMB Niaga fokus kepada peningkatan basis nasabah ritel dan pertumbuhan CASA melalui kapabilitas digital, perbaikan kualitas aset, kontribusi pendapatan non-bunga, serta inovasi perbankan digital dengan teknologi terkini dan pilihan layanan yang luas untuk nasabah.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) sendiri tercatat mencapai Rp227 triliun dengan rasio CASA meningkat menjadi 63,6%.

Sementara untuk, Capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) CIMB Niaga masing-masing sebesar 22,2% dan 85,6% per 31 Desember 2022.

Di mana, total aset konsolidasian per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp307 triliun. Ini semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Dikatakannya, hal ini sejalan dengan komitmen CIMB Niaga untuk terus membangun hubungan yang lebih erat dengan para nasabah, sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah dalam memanfaatkan layanan digital CIMB Niaga.

“Kami bangga menjadi salah satu pelopor dalam industri perbankan digital di Indonesia,” jelasnya.

Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp49,3 triliun (termasuk pembiayaan Salam) dan DPK sebesar Rp39,5 triliun per 31 Desember 2022. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

6 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

8 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

8 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

9 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

9 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

9 hours ago