News Update

Naik 18 Persen, Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Tembus Rp43,2 Triliun di 2025

Poin Penting

  • Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025.
  • Laba bersih Rp1,5 triliun, NPF membaik ke 2%.
  • Fondasi kuat dukung pertumbuhan 2026, sejalan proyeksi industri 6-8%.

Jakarta – Adira Finance menutup tahun buku 2025 dengan kinerja solid. Perusahaan mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp43,2 triliun, tumbuh 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani menngungkapan piutang pembiayaan yang dikelola turut meningkat 13 persen menjadi Rp63,4 triliun. Dari sisi pendapatan, Adira membukukan Rp12,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,5 triliun.

“Di tengah ekspansi tersebut, kualitas aset pun tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) yang membaik ke level 2,0 persen,” jelas Gani dalam Buka Puasa bersama Media di Jakarta, Rabu (4/3).

Baca juga: Kuasai 70 Persen Kabupaten, Adira Finance Bidik Dominasi Pembiayaan di Daerah

Ia mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan fundamental perseroan.

“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar. Likuiditas tetap terjaga, kualitas pembiayaan terus membaik, dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin,” ucapnya.

Baca juga: Siasat Adira Finance Antisipasi Kenaikan NPF Pasca Lebaran

Gani menambahkan, fondasi keuangan yang kuat menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus membuka ruang pertumbuhan ke depan.

“Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh 6-8 persen, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026. Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” imbuhnya. (*) Alfi Salima Puteri

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Resmi Dilantik, Ini Harapan Regulator dan Bankir untuk Pimpinan Baru OJK

Poin Penting Pelantikan pejabat baru OJK disambut positif oleh regulator dan pelaku industri keuangan. BI… Read More

1 hour ago

Purbaya Suntik Lagi Dana Rp100 Triliun ke Perbankan, Begini Kata OJK

Poin Penting OJK mendukung penempatan dana pemerintah Rp100 triliun karena membantu likuiditas perbankan dan menekan… Read More

1 hour ago

Puncak Mudik 2026: Konsumsi Pertamax Melonjak 11,8 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting Konsumsi Pertamax meningkat 11,8% pada H-1 Lebaran 2026 seiring lonjakan mobilitas mudik. BBM… Read More

2 hours ago

Purbaya Buka Suara soal Perpanjangan Batas Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Poin Penting Pemerintah berencana memperpanjang batas pelaporan SPT Tahunan WP orang pribadi hingga akhir April… Read More

4 hours ago

Jurus BPJS Ketenagakerjaan Kejar Target 63,3 Juta Peserta di 2026

Poin Penting Target 63,3 juta pekerja terlindungi pada 2026, dicapai melalui strategi 3C: Coverage, Care,… Read More

5 hours ago

Juda Agung dan Thomas Djiwandono Dilantik jadi Ex-officio OJK

Poin Penting Juda Agung dan Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK… Read More

5 hours ago