Ilustrasi: Adira Finance bidik pertumbuhan pembiyaan baru tumbuh 20 persen di 2023/isitmewa
Poin Penting
Jakarta – Adira Finance menutup tahun buku 2025 dengan kinerja solid. Perusahaan mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp43,2 triliun, tumbuh 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani menngungkapan piutang pembiayaan yang dikelola turut meningkat 13 persen menjadi Rp63,4 triliun. Dari sisi pendapatan, Adira membukukan Rp12,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,5 triliun.
“Di tengah ekspansi tersebut, kualitas aset pun tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) yang membaik ke level 2,0 persen,” jelas Gani dalam Buka Puasa bersama Media di Jakarta, Rabu (4/3).
Baca juga: Kuasai 70 Persen Kabupaten, Adira Finance Bidik Dominasi Pembiayaan di Daerah
Ia mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan fundamental perseroan.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar. Likuiditas tetap terjaga, kualitas pembiayaan terus membaik, dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin,” ucapnya.
Baca juga: Siasat Adira Finance Antisipasi Kenaikan NPF Pasca Lebaran
Gani menambahkan, fondasi keuangan yang kuat menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus membuka ruang pertumbuhan ke depan.
“Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh 6-8 persen, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026. Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” imbuhnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Pelantikan pejabat baru OJK disambut positif oleh regulator dan pelaku industri keuangan. BI… Read More
Poin Penting OJK mendukung penempatan dana pemerintah Rp100 triliun karena membantu likuiditas perbankan dan menekan… Read More
Poin Penting Konsumsi Pertamax meningkat 11,8% pada H-1 Lebaran 2026 seiring lonjakan mobilitas mudik. BBM… Read More
Poin Penting Pemerintah berencana memperpanjang batas pelaporan SPT Tahunan WP orang pribadi hingga akhir April… Read More
Poin Penting Target 63,3 juta pekerja terlindungi pada 2026, dicapai melalui strategi 3C: Coverage, Care,… Read More
Poin Penting Juda Agung dan Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK… Read More