Market Update

Naik 0,73 Persen, IHSG Ditutup ke Level 7.252

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ditutup pada zona hijau di level 7.252,96 atau menguat 0,73 persen dari dibuka pada level 7.200,77 pada perdagangan hari ini (18/1). 

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 261 saham terkoreksi, 250 saham menguat, dan 258 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 19,71 miliar saham diperdagangkan dengan 1,26 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,80 triliun.

Baca juga: MAMI Prediksi IHSG Sepanjang 2024 Tembus 7.800, Simak Rekomendasi Sektornya

Meski begitu, beberapa indeks menunjukan pergerakan yang beragam, dengan IDX30 melemah 0,23 persen menjadi 498,80 dan SRI-KEHATI melemah 0,33 persen menjadi 443,00. Sedangkan, LQ45 menguat 0,41 persen menjadi 972,96 dan JII menguat 1,41 persen menjadi 524,97.

Lalu, hanya sebagian sektor yang mengalami pelemahan, diantaranya adalah sektor transportasi melemah 0,79 persen, sektor non-siklikal melemah 0,32 persen, sektor industrial melemah 0,10 persen, dan sektor teknologi melemah 0,09 persen. 

Sedangkan, sektor lainnya mengalami penguatan yang ditunjukan oleh sektor bahan baku menguat 2,78 persen, sektor kesehatan menguat 1,56 persen, sektor infrastruktur menguat 0,97 persen, sektor siklikal menguat 0,27 persen, sektor energi menguat 0,06 persen, sektor keuangan menguat 0,02 persen, dan sektor properti menguat 0,01 persen.

Baca juga: Pengumuman! OJK Terbitkan Aturan Baru Terkait Pasar Modal, Berikut Rinciannya

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS).

Sedangkan saham top losers adalah PT Koka Indonesia Tbk (KOKA), PT Modern Internasional Tbk (MDRN), dan PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH), PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX), dan PT Barito Pacific Tbk (GTRA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

3 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

12 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

12 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

13 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

14 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

14 hours ago