Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (23/4) indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil dibuka naik ke level 7.122,64 atau menguat 0,69 persen dari level 7.073,95.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 518,70 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 17 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp327,34 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 69 saham terkoreksi, sebanyak 167 saham menguat dan sebanyak 235 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Terkoreksi Terbatas, Simak 4 Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal akan bergerak mixed dan berpotensi menguat dalam rentang 7.000 hingga 7.130
“Pada perdagangan Senin (22/4), IHSG ditutup turun 0,19 persen atau minus 13,49 poin di level 7.073. IHSG hari ini (23/4) diprediksi bergerak mixed dan menguat dalam range 7.000-7.130,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 23 April 2024.
Di mana, ia menyoroti sentimen yang akan memengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain adalah dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah melaporkan surplus neraca dagang Indonesia pada Maret 2024 sebesar USD4,47 miliar atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar USD0,83 miliar.
Baca juga: OJK Susun 4 Program Terkait Pengembangan Pasar Modal Indonesia Selama 2024
Lalu, neraca dagang non migas mengalami surplus USD6,51 miliar yang ditopang oleh ekspor komoditas, seperti logam mulia dan perhiasan, batu bara, besi dan baja, serta produk kimia. Sehingga, secara keseluruhan, Indonesia mengalami surplus neraca dagang dalam 47 bulan beruntun.
Adapun, di sisi lain, para pelaku pasar saat ini juga sedang mencermati rilis kinerja keuangan, khususnya emiten sektor perbankan dengan kapitalisasi pasar jumbo pada kuartal I-2024. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh… Read More
Oleh Krisna Wijaya, bankir senior dan fakulti di Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) PERCEPATAN digitalisasi… Read More
Poin Penting Menkop menggandeng lintas K/L untuk mempercepat pembangunan gerai fisik Kopdes Merah Putih sesuai… Read More
Poin Penting Perdagangan internasional menghadapi tantangan besar, seperti volatilitas geopolitik, perubahan rantai pasok, dan munculnya… Read More
Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More
Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More