Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (12/9) ditutup meningkat ke level 7.798,15 atau menguat 0,48 persen dari level 7.761,08 pada pembukaan perdagangan hari ini.
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 249 saham terkoreksi, 309 saham menguat, dan 238 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 44,56 miliar saham diperdagangkan dengan 1,29 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp14,33 triliun.
Kemudian, seluruh indeks turut mengalami pergerakan yang menguat, dengan IDX30 naik 0,73 persen menjadi 488,15, LQ45 menguat 0,72 persen menjadi 958,48, Sri-Kehati meningkat 0,06 persen menjadi 428,40, dan JII naik 1,63 persen menjadi 522,46.
Baca juga: Naik 65,52 Persen, Saham BRIS Tembus All Time High
Lalu, mayoritas sektor juga mengalami tren peningkatan, di antaranya adalah sektor teknologi yang melesat 7,61 persen, sektor energi naik 1,57 persen, sektor non-siklikal menguat 1,17 persen, dan sektor transportasi naik 0,45 persen.
Serta, sektor kesehatan meningkat 0,44 persen, sektor industrial naik 0,37 persen, sektor bahan baku meningkat 0,34 persen, dan sektor siklikal naik 0,26 persen.
Sementara sektor sisanya melemah, dengan sektor keuangan turun 0,55 persen, sektor infrastruktur merosot 0,44 persen, dan sektor properti melemah 0,07 persen.
Baca juga: ADRO Umumkan Mau Jual Seluruh Saham Adaro Andalan Indonesia
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS), dan PT Indointernet Tbk (EDGE).
Sedangkan saham top losers adalah PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), dan PT Buana Finance Tbk (BBLD).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Green Power Group Tbk (LABA). (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More