Market Update

Naik 0,31 Persen, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.917, Cek Rekomendasi Sahamnya

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:01 WIB (28/8) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka pada zona hijau ke level 6.917 atau menguat 0,31 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 432 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 20 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp164 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 64 saham terkoreksi, sebanyak 197 saham menguat dan sebanyak 247 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, tim riset MNC Sekuritas memperkirakan, pergerakan IHSG pada hari ini berpeluang menguat menguji rentang level 6.914 hingga 6.940, sebagai target terdekatnya.

“Apabila mampu menembus 6.966, maka target IHSG menuju ke 7.013 untuk membentuk wave v pada label merah,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 28 Agustus 2023.

Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Pekan Ini, Berikut Katalis Pemicunya

Namun demikian, pasar harus tetap mewaspadai akan adanya potensi koreksi ke level 6.793 hingga 6.800, apabila IHSG menembus support 6.834 untuk membentuk wave iv pada label hitam.

Adapun, MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham diantaranya adalah AGII, DOID, PNLF, dan TKIM.

AGII – Spec Buy
AGII ditutup flat ke 1.885 dan masih didominasi oleh volume penjualan. Selama tidak terkoreksi ke bawah 1.860 sebagai stoplossnya, maka posisi AGII saat ini sedang membentuk awal dari wave (iii) dari wave [c].
Spec Buy: 1.870-1.880
Target Price: 1.945, 2.030
Stoploss: below 1.860

DOID – Buy on Weakness
DOID menguat 1,5 persen ke 418 disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi DOID saat ini sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (v), sehingga DOID masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 408-416
Target Price: 426, 446
Stoploss: below 402

PNLF – Buy on Weakness
PNLF menguat 1,4 persen ke 300 disertai munculnya volume pembelian, namun masih tertahan oleh MA20. Selama masih mampu bergerak di atas 286 sebagai stoplossnya, maka posisi PNLF saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave 3.
Buy on Weakness: 292-298
Target Price: 318, 336
Stoploss: below 286

TKIM – Spec Buy
TKIM menguat 0,7 persen ke 7.500 disertai munculnya volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 7.350 sebagai stoplossnya, maka posisi TKIM saat ini sedang berada di awal wave [b] dari wave 4 pada label hitam.
Spec Buy: 7.425-7.500
Target Price: 7.725, 7.925
Stoploss: below 7.350. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

4 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

4 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

5 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

5 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

6 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

7 hours ago