News Update

NAFC Perkuat Kolaborasi dan Strategi Anti Fraud di Indonesia

Jakarta – Sebanyak 240 peserta yang terdiri dari praktisi, akademisi maupun pegiat antifraud beragam latar belakang hadir National Anti Fraud Conference (NAFC) yang digelar pada 5-6 September 2024 di Bandung. Adapun tema yang diangkat “Sareundeuk Saigel Sabobot Sapihanean: Babarengan Nyanghareupan Fraud”.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin mengungkapkan bahwa pemilihan pepatah Sunda “Sareundeuk Saigel Sabobot Sapihanean” sebagai bagian tema kegiatan sangat relevan dengan semangat “Jabar Menyala” yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Dalam konteks ini, semangat penguatan nilai-nilai integritas, kebersamaan dan gotong royong, yang telah menjadi kekuatan utama masyarakat Jawa Barat, perlu terus dihidupkan, khususnya dalam konteks upaya memerangi risiko kecurangan yang berkembang cepat dan semakin kompleks,” ujarnya dikutip 6 September 2024.

Sementara, Presiden ACFE Indonesia Chapter, Hery Subowo, berharap NAFC 2024 dapat menjadi momentum kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat strategi pemberantasan fraud yang efektif dan efisien.

Baca juga: POJK Nomor 12 Tahun 2024, Strategi Kendalikan Fraud

“Sebagai extraordinary crime dan common enemy, penanganan fraud memerlukan extraordinary effort dalam bentuk sinergi semua pihak, baik unsur pemerintah, sektor swasta, akademisi maupun masyarakat secara luas,” katanya.

Lebih jauh dia menjelaskan, konferensi NAFC 2024 edisi ke-14 ini membahas topik-topik penting berkaitan dengan anti-fraud, mulai dari perkembangan teknologi untuk mendeteksi fraud, investigasi forensik hingga penting membangun budaya integritas dan etika dalam organisasi.

“Harapannya, akan diperoleh wawasan baru, berbagi pengetahuan dan mendapatkan solusi inovatif dalam menghadapi ancaman fraud yang makin kompleks. Terlebih, saat ini pelaku fraud juga memanfaatkan artificial intelligence (AI),” jelasnya.

Untuk itu, kata Hery, penanganan fraud juga harus memanfaatkan teknologi informasi baik dalam proses pencegahan, pendeteksian, bahkan hingga penindakan kasus fraud. ACFE juga selalu mengedepankan semangat kolaborasi antara regulator, operator, auditor, praktisi maupun akademisi.

“Ini semata-mata untuk mendukung pencegahan dan pemberantasan fraud di beragam sektor sehingga mewujudkan Indonesia yang terbebas dari fraud,” katanya.

Dalam konferensi ini digelar Keynotes Speakers: Benchmarking Kolaborasi Strategi Anti Fraud dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Jangan Macam-Macam! OJK Bakal Berangus Pelaku Skimming dan Fraud Lewat 2 Aksi Ini

Sophia Wattimena, Ketua Dewan Audit OJK yang hadir sebagai keynotes speaker menyampaikan bahwa OJK yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan kegiatan bisnis sektor jasa keuangan, menerapkan strategi penanganan risiko fraud dengan sejumlah pendekatan.

Salah satunya adalah mendorong pengawasan terintegrasi yang menggabungkan pengawasan berbasis risiko, sistem informasi dan data terintegrasi, serta mekanisme penegakan hukum yang memanfaatkan tools pengawasan berbasis teknologi (supervisory technology). (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Marak Penipuan Rekrutmen KAI, Masyarakat Diminta Waspada

Poin Penting KAI mengimbau masyarakat waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen KAI. Seluruh proses… Read More

3 mins ago

Tak Ada Visa Haji Furoda 2026, Jalur Resmi Hanya 2 Ini

Poin Penting Pemerintah Arab Saudi menegaskan tidak menerbitkan visa haji furoda pada penyelenggaraan haji tahun… Read More

22 mins ago

BRI Alihkan Saham BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara Asset Management

Poin Penting BRI alihkan kepemilikan BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara Asset Management melalui PJBB sebagai… Read More

38 mins ago

Airlangga Respons Santai Proyeksi Bank Dunia: Masih di Atas Rerata Global

Poin Penting Bank Dunia pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 menjadi 4,7% dari 4,8% akibat ketidakpastian… Read More

43 mins ago

BEKS Pasang Target Agresif di 2026, Incar Kenaikan Aset dan Laba Double Digit hingga Tekan NPL

Poin Penting Bank Banten membidik aset tumbuh ~20 persen menjadi Rp12 triliun dan laba bersih… Read More

48 mins ago

Siapa yang Melindungi Industri Jasa Keuangan Kita? Coba Tanyakan pada Rumput yang Bergoyang

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group INDUSTRI jasa keuangan Indonesia dewasa ini… Read More

1 hour ago