Teknologi

Myriad Beri Kekuasaan Penuh ke Pengguna untuk Maksimalkan Konten

Jakarta – Sebagai media sosial terdesentralisasi, saat ini, Myriad sedang mengembangkan fitur yang sebelumnya tidak ada pada platform media sosial lainnya. Sebut saja kemampuan untuk memonetisasi konten dan memberikan kekuasaan penuh pada pengguna atas pengiklan di halaman sosial mereka.

Pengguna Myriad tidak akan dikuasai oleh sistem monetisasi terpusat yang dikendalikan oleh para eksekutif teknologi.

Tujuan utama dari skema periklanan media sosial terdesentralisasi adalah untuk memungkinkan pengguna mendapatkan hasil maksimal dari konten mereka tanpa takut didemonetisasi.

“Karena Myriad terdesentralisasi, hal ini mencegah kekuasaan bergabung dalam satu entitas. Di Myriad, Anda tidak perlu khawatir konten Anda disensor. Ini karena platform kami lebih memprioritaskan konten kreator daripada pengiklan.
Bayangkan  sebuah platform yang dapat membantu Anda mencari uang dengan kebebasan kreatif yang berlimpah, itulah Myriad,” kata Jean-Daniel Gauthier, CEO & Co-Founder Myriad.

Desentralisasi juga memberikan kekuasaan penuh dalam skala komunitas. Salah satu masalah utama dengan media sosial besar saat ini adalah bahwa standar yang diberlakukan pada kebanyakan platform tidak mencerminkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Platform media sosial besar cenderung menyesuaikan dengan keinginan pengiklan karena umumnya merekalah sumber pendapatan utama.

Myriad memiliki berbagai fitur revolusioner yang membuatnya berbeda. Salah satu adalah interaksi  dan monetisasi  lintas platform melalui tip pengguna. Masalah pada aplikasi media sosial terdesentralisasi adalah mereka kesulitan menghasilkan penonton. Ini dikarenakan masih banyak orang yang belum mendaftar untuk layanan tersebut.

Ambillah Mastodon sebagai contoh. Mastodon adalah platform microblogging terdesentralisasi yang mirip dengan fitur Twitter. Mastodon dibuat pada tahun 2016 dan hanya memiliki sebagian kecil pengguna dibandingkan dengan Twitter. Agar pengguna dapat mempertimbangkan untuk pindah haluan, diperlukan adanya skema migrasi yang mulus.

Di Myriad, pengguna baru tidak perlu khawatir akan kehilangan konten dari konten kreator favorit di platform lain. Myriad akan memiliki sistem pemantauan konten secara anonim. Pengguna dapat mengimpor konten kesayangan ke Myriad. Dan tetap dapat menikmati pengalaman dari platform lain sambil memanfaatkan fitur privasi kami yang lebih aman.

Myriad juga akan memungkinkan konten kreator dari berbagai platform yang didukung untuk dapat menerima tips dari konten mereka. Pemberian tip dapat dilakukan meskipun pengguna belum memiliki akun Myriad.

Saat ini, platform media sosial yang didukung adalah Facebook, Twitter, dan Reddit. Konsepnya sederhana, setiap pengguna akan dapat memberi tip menggunakan token $MYRIA di Myriad. Dan setiap pengguna di Facebook, Twitter, dan Reddit akan memiliki alamat dompet unik dari profil mereka. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

2 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

8 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

8 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

9 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

10 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

13 hours ago