Categories: News UpdatePerbankan

Mundur dari CIMB Niaga, Tigor Kepincut Besut Startup?

Jakarta – Kabar mundurnya Presiden Direktur PT CIMB Niaga Tbk, Tigor M. Siahaan ramai diperbincangkan. Maklum, mundurnya orang no 1 di Bank CIMB Niaga tersebut tergolong dadakan dan tidak terdengar desas desusnya.

Apalagi, Tigor tergolong bankir sukses dan menjadi salah satu delapan bankir nasional yang pernah dinobatkan sebagai “Bankers of The Year 2019” oleh Majalah Infobank yang berdasarkan dari hasil penilaian Dewan Redaksi Majalah Infobank setelah melakukan riset terhadap kinerja bank yang dipimpin oleh para nominator.

Namun apa yang menjadi alasan Tigor mundur?

Ada kabar, mundurnya Tigor, karena beliau berniat fokus membangun sebuah start up bersama salah satu perusahaan besar.

Sumber Infobank membocorkan bahwa Tigor akan mendirikan start up bersama grup Emtek yang menurut catatan Infobank sudah mengakuisisi Bank Fama yang akan diubah menjadi bank digital.

Sayangnya, ketika Infobank meminta konfirmasi kepada Tigor, dia belum memberi respon apa alasannya beliau mundur.

Presiden Komisaris CIMB Niaga, Didi Syafruddin Yahya sendiri mengatakan sangat mengapresiasi atas pecapaian yang telah dilakukan Tigor selama menukangi CIMB Niaga

Ditambahkannya sejauh ini sudah banyak sekali pencapaian yang sudah diperoleh maupun rintangan yang sudah diatasi bersama sehingga membuat CIMB Niaga semakin sehat dan kuat, terlebih dalam 2 tahun terakhir ini.

Dimana Tigor dianggap telah berhasil memimpin CIMB Niaga dalam menghadapi dampak beban berat dari pandemi COVID-19 yang mengutamakan keselamatan karyawan dan keluarga, keberhasilan dan lancarnya program vaksinasi COVID-19, serta pemberian bantuan dan dukungan yang optimal kepada nasabah dan komunitas perusahaan.

“Dalam kesempatan ini juga, perkenankanlah saya mewakili Dewan Komisaris dan Pemegang Saham CIMB Niaga untuk menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Tigor M. Siahaan atas kontribusi dan dedikasinya yang selama hampir 7 tahun berkarya dan berprestasi memimpin CIMB Niaga,” jelas Didi dalam keterangan resminya, Jumat, 22 Oktober 2021.

Selain dari itu, Tigor juga diangap telah berhasil membawa CIMB Niaga untuk terus tumbuh, berinovasi dan menunjukkan kinerja yang positif tercermin dari kenaikan rasio CASA yang tinggi, penurunan rasio Cost to Income dan ROE yang sangat baik.

“Saya yakin fondasi momentum pertumbuhan dan pencapaian yang diraih semasa kepemimpinan beliau tersebut akan terus berlanjut sesuai dengan rencana strategis kita, dan akan menempatkan Bank CIMB Niaga pada posisi yang kokoh untuk mencapai Target F23-, sehingga CIMB Niaga menjadi semakin cemerlang sebagai bank swasta terbesar kedua di Indonesia. Kiranya meskipun dengan adanya pengunduran diri ini, kami yakin bahwa tali silaturahmi diantara kita akan senantiasa terjalin dengan baik di masa mendatang, dan kami semua mendoakan semoga kesuksesan selalu menyertai Bapak Tigor M. Siahaan dalam aktivitas beliau selanjutnya ke depan,” tutupnya. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

1 hour ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

2 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

2 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

2 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

5 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

9 hours ago