Yogyakarta – Industri perbankan semakin kompleks. Hal itu terjadi juga antara lain karena teknologi informasi yang berkembang pesat, yang kemudian mengubah perilaku dan kebutuhan nasabah.
Menurut Sujanto Halim, Account Management Director Multipolar Technology, dalam menyikapi perubahan iklim bisnis dan market, perbankan, khususnya juga dari kelompok bank pembangunan daerah (BPD), perlu mengembangkan konsep digital banking yang terukur dan terarah, dengan memperhatikan lingkungan di sekitarnya.
“Dalam mengembangkan konsep atau arsitektur digital banking, secara umum bank perlu memperhatikan ekosistem-ekosistem yang ada di sekitarnya,” kata Sujanto, di acara BPD Forum 2017, yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology bekerja sama dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), di Yogyakarta, Kamis, 18 Mei 2017.
Terdapat empat ekosistem dalam digital banking yang dimaksud Sujanto, yakni fintech, sistem pembayaran berbasis elektronik, nasabah, dan aspek digital channel.
Keempat ekosistem itu, secara langsung berhubungan dengan proses dan bisnis bank. Karenanya bank harus mendapat dukungan teknologi informasi yang mumpuni agar bisa semakin kompetitif dan inovatif.
“Bank bisa berkolaborasi dengan fintech. Sementara kegiatan transaksi pembayaran menggunakan instrumen elektronik terus meningkat. Bank harus perhatikan ini. Nasabah juga berubah, semakin banyak yang akrab dengan layanan perbankan elektronik,” tegas Sujanto. (Ari Nugroho)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More