Jakarta — PT Multipolar Technology Tbk (Multipolar) (MLPT) hingga akhir tahun ini optimis dapat meningkatkan angka pendapatan dan laba perseroan. President Director Multipolar, Wahyudi Chandra mengungkapkan, pihaknya cukup realisitis membidik pertumbuhan pendapatan di angka 6% dari angka tahun lalu.
Di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2017, Wahyudi menyebut, untuk dapat meraih terget tersebut pihaknya akan terus menggenjot anak usahanya melalui sertifikasi internasional guna dapat bersaing hingga pasar internasional.
Namun, sepertinya target ini masih akan sulit untuk diraih perseroan. Pasalnya, hingga semester satu tahun ini pendapatan perseroan masih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Hingga akhir Juni 2017, perseroan hanya mengantongi pendapatan sebesar Rp849,32 miliar dan terlihat turun dibandingkan Juni 2016, yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp966 miliar.
Sementara pendapatan perseroan di akhir tahun lalu telah mencapai angka Rp1,92 triliun. Sehingga jumlah yang diperoleh perseroan hingga paruh pertama tahun ini belum mencapai setengah dari perolehan akhir tahun lalu.
Untuk laba, hingga Juni 2017 perseroan baru bisa mengantongi sebesar Rp32,90 miliar. Jumlah ini masih jauh dari laba bersih akhir Juni 2016 yang mencapai Rp96,24 miliar. Sedangkan laba bersih di akhir tahun 2016 mencapai Rp130,16 miliar sehingga perseroan masih harus berusaha lebih gencar lagi untuk mencapai targetnya ini. (*)
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More