Multifinance Terpikat Kendaraan Listrik

Multifinance Terpikat Kendaraan Listrik

Indonesia Diyakini Mampu Berperan jadi Produsen Kendaraan Listrik
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) makin mendapat tempat di hati konsumen Indonesia. Populasi kendaraan listrik, baik roda empat maupun roda dua, trennya terus meningkat. Fenomena itu direspons pabrikan mobil dan sepeda motor dengan merilis produk-produk baru. Dari sisi penjualan juga tampak ada lonjakan. Contohnya, September lalu, penjualan mobil listrik memecahkan rekor baru, yakni terjual 3.781 unit atau meroket empat kali lipat dari bulan sebelumnya. Demam kendaraan listrik ini bisa menjadi berkah bagi industri pembiayaan (multifinance).

Presiden Direktur Adira Finance, I Made Dewa Susila mengatakan, potensi pembiayaan kendaraan listrik sangat menjanjikan. Adira Finance sudah menyediakan pembiayaan kendaraan listrik. Meski porsinya masih relatif kecil dari total portofolio, tapi angkanya melonjak signifikan ketimbang tahun lalu. Adira Finance sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah brand, baik sepeda motor maupun mobil.

“Ini fenomena yang kami cermati ke depannya. Sebenarnya kita sudah biayai. Tapi, belajar dulu, karena ini fenomena baru di Indonesia. Saya lihat yang membeli itu masih kelas atas. Pembeli EV itu cenderung orang yang sudah punya mobil juga, early adaptor, atau orang yang suka mencoba hal baru. Begitu saatnya banyak yang membeli, itu akan menjadi momentum luar biasa,” terang Made, awal November 2022.

Sementara, perusahaan pembiayaan yang bernaung di bawah BRI Group, yakni BRI Finance, juga sudah menggarap pembiayaan kendaraan listrik. Kepada Infobank, Direktur Utama BRI Finance, Azizatun Azhimah, mengatakan, ini juga menjadi wujud komitmen BRI Finance dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait program kendaraan listrik berbasis baterai.

Selain bekerja sama dengan dealer-dealer dan APM sepeda motor ataupun mobil listrik, perseroan menyiapkan program khusus pembiayaan kendaraan listrik. Pangsa pembiayaan kendaraan listrik di BRI Finance memang masih di bawah 1% dari total portofolio. Namun, BRI Finance optimistis porsinya akan terus bertambah seiring dengan peningkatan permintaan kendaraan listrik, dan dukungan komitmen pemerintah yang mendorong percepatan program penggunaan kendaraan listrik. Tahun ini pembiayaan segmen kendaraan listrik di BRI Finance meningkat lebih dari 100% dari tahun lalu.

“Minimnya ketersediaan kendaraan menjadi kendala dan tantangan utama di industri pembiayaan kendaraan listrik. Menjawab tantangan tersebut, BRI Finance melakukan berbagai kampanye dan edukasi kepada masyarakat dengan kerja sama yang dilakukan secara maksimal melalui join event bersama dealer maupun ATPM kendaraan listrik,” ujar Azizatun.

Salah satu multifinance yang mempunyai competitive advantage di pembiayaan kendaraan listrik adalah SGMW Multifinance Indonesia (Wuling Finance). Multifinance ini terafiliasi dengan pabrikan Wuling Motors sebagai salah satu pemegang sahamnya. Wuling Air EV menjadi salah satu mobil listrik paling laris di Indonesia. Multifinance yang dinakhodai Alang Wang sebagai direktur utama ini menyiapkan sejumlah program pembiayaan menarik bagi pembeli produk Wuling Motors.

“Sebelum launching EV, kami sudah mulai mendesain produk dengan OEM Wuling dan memiliki produk berbeda untuk segmen customer yang berbeda. Kami memiliki produk yang lebih bervariasi untuk memenuhi kebutuhan mereka yang berbeda, seperti DP yang lebih rendah, bunga lebih rendah, angsuran terjangkau, dan seterusnya. Kami siap mendukung semua segmen pelanggan dengan produk pilihan mereka,” ujar Alan Wang kepada Infobank.

Di luar itu, ada sejumlah tantangan dalam memacu permintaan pembiayaan kendaraan listrik. Ini tidak lepas dari upaya memasyarakatkan kendaraan listrik itu sendiri. Sebut saja harga kendaraan listrik yang saat ini relatif masih mahal dibandingkan kendaraan konvensional, fasilitas tempat pengisian baterai atau charging station masih terbatas, serta edukasi terkait kendaraan listrik kepada masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

“Berdasarkan data Gaikindo, kami sampaikan berulang-ulang bahwa daya beli masyarakat itu di kisaran Rp300 juta ke bawah. Kalau kendaraan tersebut bisa dibuat, dan dijual dengan harga terjangkau, di kisaran Rp300 juta ke bawah, tentunya ini akan mendapat banyak peminatnya,” tukas Kukuh Kumara, Sekjen Gaikindo, beberapa waktu lalu.

Mengacu data Gaikindo, sepanjang Januari-September 2022 penjualan mobil listrik di Indonesia mencapai 5.631 unit. Angka tersebut mencakup mobil listrik jenis battery electric vehicle (BEV), hybrid electric vehicle (HEV), dan plug-in hybrid (PHEV). Menariknya, penjualan BEV saat ini melampaui HEV yang sejak 2020 selalu mendominasi segmen mobil listrik. (*) Ari Astriawan

Baca laporan selengkapnya di Majalah Infobank No. 536, edisi Desember 2022. Sirkulasi Infobank: 0822-2170-5125, 0856-8461-544, 0857-7088-7188. Majalah Infobank versi digital: www.infobankstore.com

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]