Keuangan

Multifinance dan Bank Dominasi Mandat Surat Utang di Kuartal III 2025, Segini Nilainya

Poin Penting

  • Multifinance dan perbankan dominasi mandat surat utang. Keduanya mencatat nilai mandat terbesar hingga kuartal III-2025, masing-masing Rp11,7 triliun.
  • Nilai terbesar berasal dari PUB Obligasi Rp34,88 triliun dan PUB Sukuk Rp10,47 triliun.
  • Terdapat 28 entitas non-BUMN dengan nilai rencana penerbitan Rp35,88 triliun, melampaui kontribusi BUMN Rp23,55 triliun.

Jakarta – Sektor mulitifinance dan perbankan mencatat mandat penerbitan surat utang terbesar hingga kuartal III 2025.

Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) per September 2025, total rencana penerbitan surat utang baik sektor perbankan dan multifinance sama-sama mencatat nilai mandat sebesar Rp11,7 triliun.

“Sektor multifinance dan perbankan ini menempati peringkat pertama dan kedua dengan nilai mandat sebesar Rp11,7 triliun,” ujar Suhindarto, Chief Economist Pefindo, di Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.

Selain multifinance dan perbankan, lanjut Suhindarto, sektor industri bubur kertas dan tisu menempati posisi ketiga rencana penerbitan mencapai Rp7,88 triliun. 

Baca juga : Pefindo Proyeksi Pasar Surat Utang Korporasi Solid di 2025, Ini Pendorongnya

Selanjutnya, disusul oleh perusahaan induk Rp5,7 triliun dan sektor pertambangan Rp4,9 triliun. Ada juga perusahaan properti di kisaran Rp3 triliun dan perusahaan kontruksi Rp2,8 triliun. 

Sementara itu, mandat yang diterima PEFINDO berdasarkan jenis instrument surat utang didominasi oleh instrumen yang bersifat obligasi dan sukuk, baik yang sifatnya PUB atau tidak melalui penawaran umum berkelanjutan. 

Rinciannya, PUB Obligasi senilai Rp34,88 triliun, PUB Sukuk Rp10,47 triliun, Obligasi konvensional Rp4,9 triliun, medium term notes (MTN) Rp3,68 triliun, sukuk Rp2,98 triliun, sekuritisasi Rp1,85 triliun dan SBK Rp664 miliar.

Baca juga : Surat Utang Naik 48 Persen di Semester I 2025, Nilainya Capai Rp90,90 Triliun

Dari sisi institusi, mayoritas mandat didominasi dari perusahaan non-BUMN sebanyak 28 entitas dengan nilai rencana penerbitan Rp35,88 triliun. 

Sementara itu, BUMN dan anak usahanya berkontribusi melalui 17 perusahaan dengan total rencana penerbitan Rp23,55 triliun.

“Sejauh ini secara mandat, non BUMN juga masih relatif lebih mendominasi dibandingkan dengan BUMN Group, yang mana BUMN Group itu sendiri terdiri dari BUMN dan anak perusahaannya atau BUMD sendiri,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

3 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

5 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

5 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

5 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

5 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

6 hours ago