Jakarta – PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) sebagai perusahaan produk nonwofen, pada hari ini (10/1) secara resmi telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pencatatan saham MSJA tersebut melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), di mana MSJA akan meraih dana segar mencapai Rp264,7 miliar.
Selain itu, jumlah saham yang dilepas ke publik melalui IPO adalah sebanyak 882,35 juta saham atau sebanyak 15 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.
Baca juga: Usai Tercatat di BEI, Begini Pergerakan Harga Saham MSJA dan SMLE
Direktur Utama, Sasongko Basuki, mengatakan bahwa, harga saham perdana MSJA yang ditawarkan ke publik dibuka senilai Rp300 per lembar saham. Dirinya berharap pencatatan saham MSJA dapat direspons positif oleh masyarakat.
“Dengan harga saham perdana yang ditawarkan dan dibuka kepada masyarakat sebesar Rp300 per lembar saham, diharapkan akan mendapatkan respons investor yang positif pada hari pertama perdagangannya,” ucap Sasongko dalam paparannya di BEI, 10 Januari 2024.
Adapun, MSJA akan menggunakan dana hasil IPO tersebut sebanyak 40 persen untuk pengembangan usaha Perseroan.
Baca juga: Investor Terus Tumbuh, Pasar Saham Indonesia Menguat 2,71 Persen di Desember 2023
Di mana, sekitar 75 persen akan digunakan perseroan untuk pembelian mesin SAP sheet beserta utilitasnya dalam rangka penambahan lini produksi baru.
Lalu, sekitar 25 persen akan digunakan perseroan untuk pembangunan gedung pabrik untuk lini produksi SAP sheet, 30 persen akan digunakan untuk bentuk modal kerja perseroan, dan 30 persen sisanya akan digunakan untuk pembayaran seluruh dan sebagian pinjaman bank. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More