Jakarta – MUFG Bank, Ltd. (MUFG) menyepakati Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai USD404 juta untuk pengembangan dua pusat data (data center) di Jakarta, Indonesia.
Data center ini sedang dikembangkan oleh PT Graha Teknologi Nusantara, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh EdgeConneX.
MUFG merupakan salah satu dari empat Mandated Lead Arrangers (MLAs), yang bertindak sebagai Account Bank, Facility Agent, Security Agent, dan Hedging Bank untuk transaksi SLL ini.
Baca juga: Rampung Akhir Tahun, EDGE2 Bakal jadi Data Center Terbesar di Jakarta
Peran utama yang dilakukan oleh MUFG dalam transaksi ini menegaskan posisi MUFG sebagai pemimpin pasar dalam pembiayaan proyek dan kemampuannya pada sektor infrastruktur digital.
Transaksi ini merupakan yang kedua kalinya bagi MUFG dalam hal proyek pembiayaan greenfield data center di APAC 2023.
Shiv Sivarajah, Head of Project Finance for Asia di MUFG mengatakan, bermitra dengan EdgeConneX merupakan proyek data center perdana bagi MUFG.
“MUFG merasa bangga bisa turut berperan dalam perjalanan digitalisasi khususnya di Indonesia dan lebih luas lagi di seluruh Asia,” kata Sivarajah dalam keterangan resminya, Kamis, 14 September 2023.
Dia melanjutkan, digitalisasi merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan data center adalah salah satu infrastruktur penting yang mendukung tren ini.
Oleh karenanya, lanjut Sivarajah, kesepakatan ini merupakan bukti kemampuan MUFG dalam memberikan solusi pembiayaan sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk klien yang bergerak dalam bidang infrastruktur digital
“Termasuk dalam hal menyelaraskan sustainability goals yang relevan dan ambisius,” tambahnya.
Pembiayaan ini merupakan pemberian fasilitas SLL pertama bagi data center di Indonesia, menjadikannya tonggak penting terkait pembiayaan berkelanjutan di Indonesia.
Kerangka kerja dari Sustainability Key Performance Indicators (KPI) juga telah dikembangkan untuk mematuhi prinsip SLL yang diterbitkan oleh Loan Market Association (LMA). KPI yang diadopsi juga telah selaras dengan strategi dan komitmen sustainability EdgeConneX.
Tingginya konsumsi energi dari data center, membuat perusahaan berfokus pada efisiensi konsumsi energi dengan memanfaatkan energi terbarukan. Proyek ini juga memasukkan Lost Time Injury Rate sebagai KPI untuk mendukung standar keselamatan kerja yang lebih tinggi, di mana sangat relevan di negara-negara berkembang.
Sejalan dengan misi sustainability-nya, MUFG telah secara terbuka berkomitmen untuk menginvestasikan total kumulatif JPY35 triliun ke dalam pembiayaan terkait sustainability secara global pada 2030/
Di mana lebih dari 70 persen dari target ini, atau JPY24,6 triliun, telah tercapai (FY2019 to FY2022). MUFG juga mengumumkan komitmennya untuk mencapai emisi nol bersih dalam portofolio keuangannya pada tahun 2050 dan operasionalnya sendiri pada 2030.
Baca juga: Elsewedy dan PLN Bangun Gardu Induk Data Center Rp188,5 Miliar
MUFG juga memimpin jalur kerja pembiayaan dan terlibat dalam Net Zero Banking Alliance (NZBA), yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggalang lembaga keuangan global dalam mendukung emisi karbon nol bersih.
Tak hanya itu, MUFG juga menerbitkan transition whitepaper yang membagikan strategi iklim Jepang, bagaimana MUFG dapat berfungsi sebagai blueprint bagi carbon neutrality ambitions di Asia Tenggara, dan memajukan transisi nol bersih secara global. (*)
Poin Penting MR.DIY Indonesia membukukan laba bersih Rp338,6 miliar pada 2025, dengan pendapatan naik 16,7%… Read More
Prabowo targetkan Danantara setor Rp800 triliun tiap tahun Poin Penting Prabowo menargetkan Danantara menyetor Rp800… Read More
Poin Penting Aset Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencapai Rp238,99 triliun pada 2025, tumbuh 8,12%… Read More
Poin Penting BCA memberi sinyal pembagian dividen interim hingga tiga kali pada tahun buku 2026.… Read More
Poin Penting Banggar DPR mengusulkan empat langkah strategis untuk menjaga stabilitas APBN di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting PT Bank Central Asia Tbk membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp41,3 triliun… Read More