Ilustrasi: Maskapai Garuda Indonesia/istimewa
Jakarta – Garuda Indonesia Group, melalui layanan penerbangan Garuda Indonesia dan maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier) Citilink, telah menyiapkan sekitar 1,9 juta kursi penerbangan untuk mendukung mobilisasi masyarakat menjelang puncak musim Lebaran Idulfitri 2025.
Kapasitas ini mencakup penerbangan domestik dan internasional, dengan rincian:
Jumlah kursi yang disediakan Garuda Indonesia Group tahun ini merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Baca juga: Kartu Kredit UOB Mejeng di Pesawat Garuda, Ini Nilai Tambah bagi Pemegang GIUC
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Ade R. Susardi, mengatakan bahwa kesiapan layanan penerbangan ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan kapasitas setiap tahun, sejalan dengan meningkatnya permintaan transportasi udara.
“Garuda Indonesia sebagai national flag carrier bersama anak usahanya, Citilink, berkomitmen untuk memastikan kesiapan operasional penerbangan, utamanya untuk mengoptimalkan aksesibilitas transportasi udara bagi masyarakat dapat tersedia secara optimal sepanjang momentum libur Idul Fitri 2025 ini,” ujar Ade dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 6 Maret 2025.
Selain menyediakan kapasitas reguler, Garuda Indonesia Group juga merencanakan penambahan 341 penerbangan tambahan (extra flight), yang terdiri dari:
Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi di rute-rute dengan permintaan tinggi selama periode puncak musim mudik Lebaran.
Baca juga: Bos Garuda Indonesia Update Progres Rencana Merger dengan Pelita Air
Tahun ini, Garuda Indonesia Group mengoperasikan sedikitnya 95 armada, yang terdiri dari:
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More