Mudik Tenang Dengan Produk Asuransi Tugu
Jakarta – Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemerintah melarang tegas mudik tahun ini karena berpotensi dapat kembali meningkatkan kasus aktif Covid-19. Sebagai alternatif untuk mudik, Satgas menyarankan agar masyarakat dapat melakukan silaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara secara virtual.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, silaturahmi virtual lebih aman untuk dilakukan masyarakat terutama bagi kelompok lansia. Kelompok masyarakat memang menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terkena Covid-19.
“Penting untuk diingat, lansia merupakan populasi yang mendominasi kematian akibat Covid-19 dengan persentase 48,3%. Oleh karena itu, pemerintah meminta masyarakat untuk mengurungkan niatnya menjalankan kegiatan mudik, untuk melindungi diri kita dan keluarga di kampung halaman,” jelas Wiku seperti dikutip di Jakarta.
Pemerintah meminta masyarakat untuk bertindak secara bijak menyikapi pandemi. Silaturahmi secara langsung dapat meningkatkan potensi penularan Covid-19 akibat dari interaksi langsung yang intens. Untuk itu, silaturahmi virtual bisa jadi pilihan.
Selain itu, Pemerintah pun juga telah meminta para penyedia operator telekomunikasi di Indonesia untuk menjamin layanan komunikasi yang berkualitas. Hal ini dilakukan dengan bertujuan agar silaturahmi virtual berjalan lancar dan tanpa hambatan. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More
Poin Penting Empat alumni LPDP telah mengembalikan dana hingga Rp2 miliar per orang karena tidak… Read More
Poin Penting WSKT dan Kementerian PU bangun 5 blok Huntara di Aceh Utara, menampung hingga… Read More
Poin Penting OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen,… Read More
Poin Penting BRI membuka peluang rasio dividen 2025 lebih tinggi, didukung CAR kuat di level… Read More
Poin Penting Grab melalui A5-DB Holdings menambah kepemilikan saham Superbank (SUPA) sebanyak 253,91 juta saham… Read More