News Update

Muamalat Raih Predikat Bank Syariah Terbaik

Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk kembali meraih predikat sebagai bank syariah terbaik di Indonesia dari majalah Global Finance.

Direktur Bisnis Retail Bank Muamalat Purnomo B. Soetadi mengatakan, penghargaan ini merupakan yang kedelapan kalinya diraih oleh Bank Muamalat.

Hal ini menunjukkan reputasi dan kinerja perseroan diakui, bukan hanya skala nasional saja, tetapi juga internasional.

“Kami bersyukur atas apresiasi ini, apalagi ini bukan yang pertama kali. Artinya, semua kerja keras kami dalam membangun dan berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi syariah berdampak positif bagi umat. Penghargaan ini akan menjadi pemacu kami untuk meningkatkan performa lebih baik lagi kedepannya,” katanya di Jakarta, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Sebelumnya, Bank Muamalat pernah meraih penghargaan pada tahun 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2017.

Selain Bank Muamalat, Global Finance juga memberikan penghargaan serupa untuk bank-bank syariah di sejumlah negara. Diantaranya Al Rajhi Bank sebagai bank syariah terbaik di Arab Saudi.

Sebagai informasi, Al Rajhi dan Bank Muamalat telah bekerjasama dalam hal penyediaan fasilitas menu bahasa Indonesia di ATM milik Al Rajhi.

Bulan lalu, kedua perusahaan juga meneken kerjasama remitansi dari dan ke Arab Saudi.

Para pemenang penghargaan tahun ini adalah perusahaan-perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan pembiayaan syariah dan berhasil memenuhi kebutuhan pelanggan mereka yang sesuai dengan prinsip syariah.

Bank terpilih juga dianggap mampu menciptakan landasan bagi pertumbuhan dan keamanan yang berkelanjutan di masa depan dengan cara penyampaian yang modern dan efisien.

Dalam memilih pemenang, faktor yang dipertimbangkan bersifat kuantitatif dan subyektif.

Kriteria kuantitatif termasuk pertumbuhan aset, profitabilitas, jangkauan geografis, hubungan strategis, pengembangan bisnis baru dan inovasi dalam produk.

Kriteria subyektif meliputi reputasi, kepuasan pelanggan dan pendapat analis dan orang lain yang terlibat dalam industri. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

2 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

2 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

4 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

4 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

4 hours ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

4 hours ago