Motor Honda Inden, FIF Group Pede Bidik Pembiayaan Rp37 Triliun di 2022

Motor Honda Inden, FIF Group Pede Bidik Pembiayaan Rp37 Triliun di 2022

FIF Dapat Fasilitas Pembiayaan Rp500 Miliar dari BSM
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Perusahaan pembiayaan di bawah naungan Astra International, yakni Federal International Finance (FIF Group) membidik pembiayaan sekitar Rp35 triliun sampai dengan Rp37 triliun sepanjang tahun 2022. Hingga April 2022, FIF Group sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp11,3 triliun, atau naik 11,3% secara tahunan ketimbang Rp10,16 triliun di periode sama tahun lalu.

Margono Tanuwijaya, CEO FIF Group mengatakan, kinerja solid yang dicatatkan FIF Group tidak lepas dari mulai membaiknya permintaan akan motor baru. Meski dari sisi suplai, motor baru masih mengalami kendala karena keterbatasan supply chip semikonduktor. Ini menyebabkan pembeli motor baru harus indent unit kurang lebih 1 bulan.

“Karena keterbatasan pasokan microchip. Kita harap semester II ini masalah suplai ini bisa teratasi. Untuk mencapai target pembiayaan tahun ini, bila produksi motor baru memang masih jauh dari target, kami akan lebih agresif memacu lini bisnis lain. Kami bisa lebih agresif di segmen motor bekas dan Spectra,” ujar Margono, Rabu, 25 Mei 2022.

Saat ini, segmen pembiayaan motor baru mendominasi sekitar 65% dari total pembiayaan FIF GROUP. Sedangkan segmen motor bekas dan Spectra masing-masing berkontribusi 30% dan 5%. Komposisi ini mengalami pergeseran jika dibandingkan periode sebelum pandemi. Ketika itu porsi segmen motor baru 60%, motor bekas 30%, dan Spectra sekitar 8%-10%.

“Meski saat ini Spectra itu growth-nya paling tinggi, tapi memang saat pandemi segmen ini turunnya paling banyak. Ketika ada PPKM misalnya, kan mal dan toko harus tutup. Jadi meski tumbuh paling besar, volume-nya belum pulih seperti masa sebelum pandemi. Sedangkan segmen motor bekas bisa dibilang hampir 100% penjualannya sama dengan sebelum pandemi. Motor baru belum kembali ke angka normal, tapi mulai naik,” jelas Margono.

Astra Honda Motor (AHM) yang menjadi captive marketnya FIF Group sendiri menargetkan penjualan motor baru tahun bisa tembus 4,4 juta unit. Angka tersebut naik cukup signifikan dibandingkan realisasi penjualan tahun 2021 yang sebesar 3,9 juta unit.

Performa bisnis FIF GROUP pada kuartal pertama 2022 terbilang apik. Perseroan tercatat membukukan laba sebesar Rp750,77 miliar. Angka ini meroket 83,3% dibandingkan Rp409,53 miliar di periode sama tahun sebelumnya. (*) Ari Astriawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]