Jakarta–Propsek ekonomi Tiongkok memburuk, kendati Shanghai Composite Index tercatat menguat lebih dari 4% pada Rabu, 2 Maret 2016 kemarin. Lembaga pemeringkat AS, Moody’s, akhirnya memangkas prospek Tiongkok dari “stabil” menjadi “negatif”.
Moody’s menyatakan bahwa Tiongkok memerlukan sejumlah reformasi untuk menghindari penurunan lebih lanjut. Perubahan prospek ini didasari oleh prediksi bahwa kekuatan fiskal Beijing akan terus melemah. Ini adalah berita yang tidak menggembirakan bagi masyarakat Tiongkok mengingat penurunan ini diumumkan tak lama setelah rilis data baru yang menampilkan bahwa ekonomi Tiongkok masih terus merosot.
Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM menduga bahwa perubahan prospek Moody’s ini kemungkinan dilandasi oleh berkembangnya kekhawatiran global tentang Tiongkok terkait jumlah cadangan valas dan arus keluar modal yang terus menurun.(*)
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More