Perbankan

Momentum Ramadan, Bank dan Pengembang Kolaborasi Dongkrak Kredit Properti 2026

Poin Penting

  • Momentum Imlek dan Ramadan mendorong peningkatan minat masyarakat membeli properti
  • Bank Woori Saudara dan Sinar Mas Land meluncurkan program “Ketupat Hoki” dengan promo diskon hingga 24,5 persen+1 persen dan DP 0 persen
  • Analis menilai sinergi bank dan pengembang dapat mendorong pertumbuhan kredit properti secara sehat.

Jakarta – Memasuki awal 2026, momentum perayaan Imlek dan Ramadan kembali menjadi pendorong aktivitas konsumsi dan investasi masyarakat, termasuk di sektor properti. Tradisi pembelian aset saat momen perayaan besar keagamaan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk merealisasikan rencana kepemilikan hunian.

Kondisi ini menghadirkan peluang strategis bagi industri perbankan untuk mengakselerasi penyaluran kredit pemilikan hunian secara terukur, sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang adaptif.

Salah satu bank yang memanfaatkan momen hari besar nasional untuk mengakselerasi kredit kepemilikan hunian adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk (BWS). Dengan menggandeng Sinar Mas Land, BWS menawarkan program “Ketupat Hoki” sebagai bagian dari strategi mendorong permintaan properti berkualitas.

Baca juga: Agresif Monetisasi Aset Properti, REAL Kembangkan Ekosistem Ini Bersama MFlash

Program ini menawarkan skema pembiayaan kompetitif dengan berbagai kemudahan bagi nasabah yang ingin memiliki hunian di proyek-proyek pilihan. Program yang berjalan sejak 14 Februari hingga 22 Maret 2026 ini menghadirkan sejumlah penawaran menarik seperti diskon 24,5% + 1%, DP 0% hingga berbagai hadiah untuk setiap transaksi properti.

Melalui program tersebut, Bank Woori Saudara menghadirkan fasilitas Kredit Pemilikan Hunian (KPH) dengan struktur pembiayaan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan kualitas aset pembiayaan.

Skema promo yang ditawarkan dalam program “Ketupat Hoki” mencakup suku bunga kompetitif serta kemudahan proses pengajuan, sehingga dapat mempercepat realisasi transaksi tanpa mengabaikan aspek mitigasi risiko.

Analis Phliip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah menilai, momentum musiman seperti Imlek dan Ramadan memang secara historis mampu meningkatkan minat beli properti, terutama untuk segmen rumah tapak dan hunian di kawasan berkembang.

“Pada periode awal tahun, khususnya menjelang perayaan besar, konsumen cenderung lebih optimistis dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang seperti pembelian rumah. Perbankan yang mampu menawarkan skema pembiayaan menarik namun tetap prudent akan berada pada posisi yang diuntungkan,” ujarnya dikutip 10 Maret 2026.

Baca juga:Pasar Properti 2026 Diproyeksi Bangkit, Pinhome Ungkap Pendorongnya

Edo Ardiansyah menilai kolaborasi antara bank dan pengembang menjadi kunci dalam menjaga kualitas penyaluran kredit. “Sinergi antara perbankan dan pengembang besar memungkinkan proses seleksi proyek dan debitur berjalan lebih terukur. Dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, ekspansi kredit properti masih memiliki ruang tumbuh pada 2026,” katanya.

Langkah Bank Woori Saudara dalam memanfaatkan momentum Imlek dan Ramadan mencerminkan pendekatan yang adaptif terhadap siklus musiman ekonomi.

Dengan kombinasi promosi yang kompetitif dan manajemen risiko yang disiplin, peluang peningkatan permintaan properti pada awal 2026 diharapkan dapat dioptimalkan secara sehat oleh industri perbankan nasional. (*) DW

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

3 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

8 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

8 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

9 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

9 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

9 hours ago