Ilustrasi: Proyek perumahan. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Memasuki awal 2026, momentum perayaan Imlek dan Ramadan kembali menjadi pendorong aktivitas konsumsi dan investasi masyarakat, termasuk di sektor properti. Tradisi pembelian aset saat momen perayaan besar keagamaan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk merealisasikan rencana kepemilikan hunian.
Kondisi ini menghadirkan peluang strategis bagi industri perbankan untuk mengakselerasi penyaluran kredit pemilikan hunian secara terukur, sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang adaptif.
Salah satu bank yang memanfaatkan momen hari besar nasional untuk mengakselerasi kredit kepemilikan hunian adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk (BWS). Dengan menggandeng Sinar Mas Land, BWS menawarkan program “Ketupat Hoki” sebagai bagian dari strategi mendorong permintaan properti berkualitas.
Baca juga: Agresif Monetisasi Aset Properti, REAL Kembangkan Ekosistem Ini Bersama MFlash
Program ini menawarkan skema pembiayaan kompetitif dengan berbagai kemudahan bagi nasabah yang ingin memiliki hunian di proyek-proyek pilihan. Program yang berjalan sejak 14 Februari hingga 22 Maret 2026 ini menghadirkan sejumlah penawaran menarik seperti diskon 24,5% + 1%, DP 0% hingga berbagai hadiah untuk setiap transaksi properti.
Melalui program tersebut, Bank Woori Saudara menghadirkan fasilitas Kredit Pemilikan Hunian (KPH) dengan struktur pembiayaan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan kualitas aset pembiayaan.
Skema promo yang ditawarkan dalam program “Ketupat Hoki” mencakup suku bunga kompetitif serta kemudahan proses pengajuan, sehingga dapat mempercepat realisasi transaksi tanpa mengabaikan aspek mitigasi risiko.
Analis Phliip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah menilai, momentum musiman seperti Imlek dan Ramadan memang secara historis mampu meningkatkan minat beli properti, terutama untuk segmen rumah tapak dan hunian di kawasan berkembang.
“Pada periode awal tahun, khususnya menjelang perayaan besar, konsumen cenderung lebih optimistis dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang seperti pembelian rumah. Perbankan yang mampu menawarkan skema pembiayaan menarik namun tetap prudent akan berada pada posisi yang diuntungkan,” ujarnya dikutip 10 Maret 2026.
Baca juga:Pasar Properti 2026 Diproyeksi Bangkit, Pinhome Ungkap Pendorongnya
Edo Ardiansyah menilai kolaborasi antara bank dan pengembang menjadi kunci dalam menjaga kualitas penyaluran kredit. “Sinergi antara perbankan dan pengembang besar memungkinkan proses seleksi proyek dan debitur berjalan lebih terukur. Dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, ekspansi kredit properti masih memiliki ruang tumbuh pada 2026,” katanya.
Langkah Bank Woori Saudara dalam memanfaatkan momentum Imlek dan Ramadan mencerminkan pendekatan yang adaptif terhadap siklus musiman ekonomi.
Dengan kombinasi promosi yang kompetitif dan manajemen risiko yang disiplin, peluang peningkatan permintaan properti pada awal 2026 diharapkan dapat dioptimalkan secara sehat oleh industri perbankan nasional. (*) DW
Poin Penting AXA Financial Indonesia meluncurkan AXA Gen Health, produk asuransi tambahan (rider) yang fokus… Read More
Poin Penting Harga emas masih berpotensi naik di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, bahkan… Read More
Poin Penting Penjualan eceran Februari 2026 diprakirakan menguat, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 6,9… Read More
Poin Penting PT Bank Nationalnobu Tbk atau Bank Nobu menyiapkan dana maksimal Rp50 miliar untuk… Read More
Poin Penting OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Koperindo Jaya pada 9 Maret 2026… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR akan menggelar fit and proper test calon DK OJK pada… Read More