BSI Gandeng Polda Metro Jaya tegaskan tak ada pencairan dana hibah SAL. (Foto: Khoirifa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi hoaks yang menyebutkan adanya pencairan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah senilai Rp10 triliun kepada masyarakat.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menegaskan bahwa penempatan dana maupun penyaluran pembiayaan yang bersumber dari dana SAL tunduk pada ketentuan khusus sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025.
Tidak hanya itu, Wisnu menegaskan, penyaluran pembiayaan dari dana SAL tetap memperhatikan prinsip good corporate governance (GCG), kehati-hatian, serta menjaga kualitas pembiayaan demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan demikian kami sampaikan tidak ada pencairan dana SAL kepada rekening warga karena dana tersebut adalah deposito milik pemerintah, jadi ini bukan bansos (bantuan sosial) ataupun bantuan langsung yang disampaikan kepada masyarakat,” kata Wisnu dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 9 Desember 2025.
Baca juga: BNI Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Bencana di Sumbar
Secara rinci, Wisnu menjelaskan hoaks tersebut disebarkan oleh sekelompok masyarakat yang mengaku berhak atas nama bangsa Indonesia untuk memperoleh dana SAL. Informasi itu mengiming-imingi masyarakat akan mendapat dana SAL senilai Rp10 juta-15 juta per orang.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta membayar uang meterai dengan nominal Rp15.000 hingga Rp200.000 kepada pihak penyebar hoaks sebagai syarat pencairan dana tersebut.
“Dari hasil wawancara kami pada mereka diminta untuk membayar uang meterai Rp15.000 sampai Rp30.000 ada yang sampai Rp50.000 bahkan ada yang sampai Rp200.000 begitu, ya dimasukkan ke rekening (pribadi),” imbuhnya.
BSI menegaskan bahwa ajakan pencairan dana SAL tersebut merupakan narasi pribadi yang mengada-ada dan berindikasi penipuan.
Awalnya, informasi hoaks itu beredar dalam bentuk surat yang mengatasnamakan organisasi Golden Eagle, yang memaksa untuk bertemu Direktur Utama BSI serta memprovokasi masyarakat datang ke kantor BSI dengan dalih pembayaran meterai.
Informasi tersebut kemudian menyebar luas melalui aplikasi WhatsApp dan memicu ribuan warga mendatangi Kantor Pusat BSI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Baca juga: DPR Soroti Kompensasi Subsidi BBM, Pertamina Diminta Lebih Jeli
Adapun, BSI dalam hal ini bersama Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga data pribadi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan bank maupun institusi lain.
Kasubbidpenmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, turut mengimbau masyarakat agar kritis terhadap informasi mencurigakan.
“Termasuk sesuai dengan yang disampaikan BSI bahwa ajakan tersebut adalah tidak benar dan tidak resmi dikeluarkan dari institusi manapun. Kami Polda Metro Jaya siap mengawal dan menyediakan ruang publik melalui Call Center Polri 110 yang siap melayani masyarakat 24 jam,” ujarnya.
Baca juga: Dana SAL Bisa Masuk ke Asuransi atau BPR? Ini Penjelasan Ekonom Danamon
Secara berkala, BSI juga aktif mengedukasi nasabah terkait kewaspadaan terhadap penipuan sebagai bagian dari komitmen melindungi nasabah.
Informasi resmi BSI dapat diakses melalui WhatsApp resmi Bank Syariah Indonesia di nomor 081584114040, situs www.bankbsi.co.id, media sosial resmi BSI, serta BSI Call di nomor 14040. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Wali Kota Madiun Maidi jadi tersangka KPK atas dugaan pemerasan proyek, dana CSR,… Read More
Poin Penting Bupati Pati Sudewo dan 3 Kades ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dugaan pemerasan… Read More
Poin Penting Bank Muamalat bidik pertumbuhan agresif 2026 dengan pembiayaan tumbuh 60% dan dana pihak… Read More
Poin Penting Pemprov Sulsel mengalokasikan dana Rp2,5 miliar untuk mendukung operasi pencarian pesawat ATR 42-500… Read More
Generali Indonesia menggelar Youth Empowerment Social Media Competition, sebuah inisiatif yang mengajak generasi muda dan… Read More
Poin Penting Pemprov Bali menyuntikkan modal Rp445 miliar ke BPD Bali untuk memperkuat pertumbuhan bisnis… Read More