News Update

Modus Korupsi Makin Canggih, Ketua KPK Ungkap Perubahan Pola OTT

Poin Penting

  • Modus OTT KPK berubah, koruptor kini memakai pola layering untuk menyamarkan aliran dana dan tidak lagi menyerahkan uang tunai secara langsung.
  • OTT kini didahului rangkaian proses penyelidikan, termasuk pengumpulan bukti elektronik dan catatan transaksi, bukan lagi penangkapan seketika.
  • OTT berawal dari laporan masyarakat dan meski nilai sitaan kecil, kerap menjadi pintu masuk pengungkapan perkara korupsi besar.

Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa modus operasi tangkap tangan (OTT) kini mengalami perubahan. Praktik korupsi tidak lagi dilakukan melalui serah terima uang tunai secara langsung, melainkan menggunakan pola layering atau pelapisan aliran dana untuk menyamarkan transaksi ilegal.

Hal tersebut disampaikan Setyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/1).

“Kalau dulu mungkin secara langsung, face to face mereka ketemu, ada serah terima, secara fisik, tapi sekarang menggunakan layering sehingga dalam kesempatan 1×24 jam itulah yang kami maksimalkan untuk bisa mengungkap semua proses yang sudah terjadi,” katanya, dikutip ANTARA, Rabu, 28 Januari 2026.

Baca juga: Eks Wamenaker Noel Tantang Dakwaan KPK, Siap Terima Hukuman Mati

Seiring perubahan modus tersebut, lanjut Setyo, KPK kini kerap melakukan rangkaian proses lebih awal sebelum melaksanakan OTT. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk memastikan keterkaitan bukti dan rangkaian peristiwa pidana.

“Jadi, tidak menutup kemungkinan, sebenarnya prosesnya sebelumnya. Tapi, ada kaitan bukti, ada catatan, ada barang bukti elektronik, dan ada bukti-bukti yang lain yang bisa mendukung bahwa yang bersangkutan, meskipun tidak secara langsung tertangkap tangan, tapi merupakan satu bentuk rangkaian dalam perbuatan tersebut,” bebernya.

Penjelasan tersebut disampaikan Setyo untuk merespons pertanyaan anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo terkait perubahan pola OTT yang dinilai tidak lagi bersifat spontan.

OTT Berawal dari Laporan Masyarakat

Lebih lanjut Setyo menegaskan, OTT tidak dilakukan dengan menargetkan pihak tertentu. Operasi senyap tersebut bermula dari informasi masyarakat yang kemudian diolah, ditelaah, dan ditindaklanjuti melalui penyelidikan tertutup.

“Dari proses penyelidikan tertutup itulah kemudian terhadap pelaku yang tertangkap tangan itu kami lakukan penindakan atau proses,” katanya.

Baca juga: OTT Pegawai Pajak oleh KPK Dinilai Jadi Titik Balik Perkuat Kepercayaan Publik

Ia juga menegaskan bahwa meskipun nilai uang yang disita dalam OTT terkadang relatif kecil, operasi tersebut sering kali menjadi pintu masuk untuk membongkar perkara korupsi yang lebih besar.

“Banyak perkara besar yang kemudian terungkap dari perkara-perkara tersebut,” tutupnya. (*)

Yulian Saputra

Recent Posts

BTN Bidik 25 Ribu Nasabah Lewat BTN Expo 2026, Fokus Milenial dan Gen Z

Poin Penting BTN menargetkan 20.000-25.000 nasabah baru melalui BTN Expo 2026, dengan fokus akuisisi digital.… Read More

44 mins ago

Ketua KPK Buka-bukaan soal Anggaran: SDM Kurang, Alat OTT Ketinggalan Zaman

Poin Penting KPK menyoroti keterbatasan anggaran yang berdampak pada kekurangan SDM dan belum optimalnya jangkauan… Read More

1 hour ago

BTN Perluas Transformasi ke Ekosistem Hunian-Bisnis Lewat BTN Expo 2026

Poin Penting BTN menegaskan transformasi bisnis dari bank perumahan menjadi penyedia ekosistem hunian, bisnis, dan… Read More

2 hours ago

Jurus Bank Aladin Syariah Pererat Loyalitas Nasabah 2026

Poin Penting Kinerja Bank Aladin Syariah tumbuh solid, dengan aset mencapai Rp14 triliun dan nasabah… Read More

5 hours ago

27 Pejabat Baru Kemenkeu Dilantik, Purbaya Sampaikan Pesan Penting yang Wajib Dijalankan

Poin Penting Menkeu Purbaya melantik 27 pejabat Eselon II Kemenkeu, mayoritas berasal dari Direktorat Jenderal… Read More

5 hours ago

Thomas Djiwandono Sowan ke Gubernur BI Perry Warjiyo, Ini yang Dibahas

Poin Penting Thomas Djiwandono bertemu Gubernur BI Perry Warjiyo untuk berdiskusi dan mendengar berbagai masukan… Read More

6 hours ago