Ekonomi dan Bisnis

Modern Internasional Gandeng BUMN Tiongkok Perluas Portofolio Bisnis

Poin Penting

  • PT Modern Internasional Tbk menggandeng Genertec (BUMN Tiongkok) untuk masuk ke sektor industri berteknologi tinggi, meliputi mesin CNC, peralatan kesehatan, dan energi berkelanjutan.
  • Kemitraan ini diharapkan membawa teknologi, riset, dan keahlian Genertec ke Indonesia guna memperkuat daya saing industri nasional
  • Kerja sama ini menjadi tonggak transformasi Modern Internasional untuk memperluas portofolio ke sektor bernilai tambah tinggi.

Jakarta – Emiten sektor ritel dan perdagangan, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) menjalin kerja sama dengan Genertec (General Technology of China), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Tiongkok.

Kerja sama tersebut menandai langkah strategis Modern Internasional dalam memperluas portofolio bisnis ke sektor industri berteknologi tinggi, khususnya melalui tiga pilar utama bisnis Genertec, yaitu mesin industri berbasis CNC (Computer Numerical Control/ Komputer Kontrol Numerik), peralatan kesehatan, serta sektor energi.

Genertec dikenal sebagai perusahaan global yang memiliki pabrik produksi mesin industri berskala besar dan institut penelitian terkemuka di Tiongkok.

Sungkono Honoris, Presiden Direktur PT Modern Internasional Tbk menjelaskan melalui kemitraan ini, teknologi dan keahlian Genertec akan dihadirkan ke Indonesia. Tujuannya agar bisa mendukung peningkatan kapasitas produksi dalam negeri serta memperkuat daya saing industri nasional di era globalisasi.

“Langkah ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi,” ujar Sungkono dikutip 2 Oktober 2025.

Baca juga: Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Teknologi Jadi Kunci Jaga Ketahanan Bisnis

Fokus pada Teknologi dan Kesehatan

Selain menghadirkan teknologi mesin CNC yang dapat meningkatkan produktivitas sektor manufaktur di Indonesia, Modern Internasional dan Genertec juga akan bekerja sama dalam pengembangan peralatan kesehatan.

“Ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat industri alat kesehatan dalam negeri, sehingga ketahanan sektor kesehatan nasional dapat ditingkatkan,” jelas Sungkono.

Sementara itu, di bidang energi, kerja sama ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengakses teknologi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan, mendukung agenda pemerintah dalam transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau.

Komitmen Jangka Panjang

Melalui MoU ini, Modern Internasional dan Genertec juga telah menyepakati untuk menjajaki berbagai bentuk sinergi, mulai dari pendirian fasilitas produksi, riset dan pengembangan, hingga distribusi produk di pasar Indonesia.

Sementara Kang Hubei, Chairman Genertec International mengatakan pihaknya memandang Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara.

“Lewat kerja sama ini, kami optimis dapat menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi jangka panjang.

Baca juga: Di Tengah Transformasi Energi dan Teknologi, Pertamina EP Lakukan Hal Ini

Transformasi Modern Internasional

Modern Internasional terus beradaptasi dengan perubahan lanskap bisnis, dan kini bertransformasi untuk memasuki sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi serta prospek pertumbuhan berkelanjutan.

“Langkah strategis bersama Genertec ini merupakan tonggak penting yang menandai arah baru perusahaan untuk menjadi pemain aktif dalam industri berbasis teknologi,” tutup Sungkono.

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BRI Pasang Target Pertumbuhan Kredit 7-9 Persen Tahun Ini

Poin Penting Target kredit 2026 sebesar 7–9 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang tumbuh… Read More

11 mins ago

BEI Umumkan Evaluasi Indeks ECONOMIC30, Ini Hasilnya

Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More

45 mins ago

Empat Alumni LPDP Kena Sanksi Kembalikan Dana Beasiswa Rp2 Miliar

Poin Penting Empat alumni LPDP telah mengembalikan dana hingga Rp2 miliar per orang karena tidak… Read More

55 mins ago

Waskita Karya Rampungkan 5 Blok Hunian Sementara di Aceh Utara

Poin Penting WSKT dan Kementerian PU bangun 5 blok Huntara di Aceh Utara, menampung hingga… Read More

59 mins ago

Mandiri Sekuritas Siap Bawa Emiten IPO dengan Free Float 15 Persen

Poin Penting OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen,… Read More

1 hour ago

Bos BRI Kasih Bocoran Besaran Dividen Tahun Buku 2025

Poin Penting BRI membuka peluang rasio dividen 2025 lebih tinggi, didukung CAR kuat di level… Read More

2 hours ago