Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman pada ajang “Non-Bank Financial Forum 2025” yang diadakan Infobank Media Group di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Jumat, 1 Agustus 2025. (Foto: Muhammad Zulfikar)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan bahwa minat perusahaan modal ventura (PMV) terhadap sektor financial technology (fintech) kian selektif di tengah pengetatan strategi investasi global.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman membeberkan faktor penyebab tersebut seperti pertimbangan risiko dam prospek pertumbuhan.
“Minat perusahaan modal ventura (PMV) terhadap fintech dipengaruhi antara lain pertimbangan risiko, prospek pertumbuhan, dan profil pengembalian investasi,” kata Agusman, dalam keterangannya, dikutip Selasa, 23 Desember 2025.
Baca juga: Modal Ventura Optimistis Kenaikan PPN Tak Guncang Portofolio, Ini Alasannya
Meski demikan, dirinya meyakini bahwa fintech tetap diposisikan sebagai sektor strategis dalam ekosistem inovasi keuangan nasional.
“Sektor fintech tetap menjadi bagian dari ekosistem inovasi keuangan yang strategis,” ujarnya.
Berdasarkan data OJK, per Oktober 2025, portofolio PMV sebagian besar difokuskan pada sektor perdagangan sebesar Rp7,86 triliun (46,48%).
Lalu, diikuti sektor penyewaan Rp2,17 triliun (12,85%), serta sektor informasi dan komunikasi Rp1,81 triliun (10,68%).
“Hal ini menunjukkan alokasi investasi yang masih terdiversifikasi,” ucapnya.
Baca juga: Lewat Jurus Ini, AIG Indonesia dan PJI Perkuat Keterampilan Finansial di Sekolah
Pihaknya pun optimistis bahwa kinerja industri modal ventura bisa tumbuh positif di tengah ketidakpastian ekonomi. Menurutnya, hal ini berlandaskan pada peluang modal ventura untuk bisa mendanai start-up yang sudah profitable.
“Selain itu, ekspansi ke sektor hilirisasi dan peningkatan investasi syariah,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More