Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, saat ditemui usai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. (Foto: Alfi Salima Puteri)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis premi industri asuransi berpeluang tumbuh pada 2026 seiring membaiknya kondisi industri dan penguatan struktur permodalan perusahaan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menyebutkan aset industri asuransi pada 2026 diproyeksikan tumbuh di kisaran 5–7 persen.
Sementara dari sisi premi, OJK berharap pertumbuhannya dapat lebih tinggi dibandingkan aset, meski belum menetapkan target resmi.
“Kalau premi harusnya lebih tinggi juga, karena konsolidasinya sudah mulai membaik. Dari segi permodalan juga tahun ini sudah terpenuhi,” ujar Ogi saat ditemui usai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Baca juga: Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis
Menurutnya, industri asuransi saat ini tengah memasuki fase penataan struktural, termasuk pemenuhan syarat ekuitas minimum tahap pertama pada 2026 serta implementasi kebijakan spin off asuransi syariah.
Kebijakan tersebut dinilai akan memperkuat daya saing sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis perusahaan asuransi ke depan.
“Ada syarat ekuitas minimum 2026, lalu ada spin off asuransi syariah. Kita berharap premi akan tumbuh,” katanya.
Baca juga: OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026
Meski optimistis, OJK memilih bersikap hati-hati dalam menyampaikan proyeksi pertumbuhan premi kepada publik. Hingga saat ini, regulator baru merilis outlook pertumbuhan aset industri asuransi.
“Kita hanya memproyeksikan ke publik itu yang asetnya saja,” tegas Ogi.
Saat ditanya apakah pertumbuhan premi berpotensi menembus dua digit, Ogi menegaskan OJK belum dapat memastikan.
“Preminya, kita belum tahu,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More