Keuangan

Modal Fintech Naik Minimal Rp7,5 Miliar, 3 Fintech Masih Kurang Rp2,5 Miliar

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta pelaku usaha financial technology (fintech) peer to peer lending (P2PL) untuk memenuhi modal awal Rp2,5 miliar, berdasarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi.

Dalam peraturan tersebut, OJK juga akan menaikkan modal awal Rp2,5 miliar menjadi Rp7,5 miliar, 2 tahun setelah peraturan diresmikan. Tandanya, ketentuan modal awal Rp7,5 miliar akan berlaku pada 2024 ini.

Tidak sampai di sana, POJK ini juga menuliskan kalau ekuitas fintech P2PL akan naik menjadi Rp12,5 miliar pada 2025, tepat 3 tahun usai peraturan disahkan.

Baca juga: OJK Dorong Kontribusi Fintech P2P Lending Terhadap Perekonomian

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, saat ini masih tersisa 3 fintech P2PL yang masih belum memenuhi ketentuan ekuitas Rp2,5 miliar.

“Per hari ini, mungkin tinggal 3 P2PL yang belum memenuhi (modal awal). Jadi, jumlah 16 (perusahaan) ini sudah drop berkat usaha dan kerja keras teman-teman ini,” tutur Agusman kepada Infobanknews pada Selasa, 27 Februari 2024.

Jumlah ini menyusut dari 16 perusahaan yang dilaporkan pada Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Januari 2024. Agusman tidak merincikan 3 P2PL yang belum mencapai ekuitas Rp2,5 miliar yang sudah ditentukan OJK.

Menurutnya, dari 16 perusahaan yang sebelumnya belum memenuhi ketentuan, berkurang menjadi 13 perusahaan, hingga akhirnya tersisa 3 saja. Sementara, 10 fintech P2PL lainnya hanya tinggal mengurus berkas administrasi.

Ini merupakan sesuatu yang Agusman syukuri. Meskipun begitu, pihaknya masih akan terus memantau perkembangan perusahaan-perusahaan ini. Terlebih, pada Juli 2024 nanti, OJK akan menerapkan ketentuan modal Rp7,5 miliar untuk pelaku industri. Agusman berujar, kalau OJK sudah mewanti-wanti fintech P2PL ini agar mempersiapkan diri.

Baca juga: Kejar Kasus Investree, OJK Koordinasi dengan Aparat Hukum

“Kita sudah memberi aba-aba kepada pelaku industri, kalau tahun ini, modal awalnya naik lho jadi Rp7,5 miliar. Dan tahun depan, akan naik lagi jadi Rp12,5 miliar,” terang Agusman.

Agusman sendiri masih belum mengetahui perusahaan mana saja yang nantinya belum mampu memenuhi ketentuan modal awal Rp7,5 miliar. OJK akan terus memantau kinerja fintech P2PL ini dan melaporkannya melalui RDK bulanan.

“Kami update terus kok. Setiap RDK bulanan, kita juga memberi laporan ke masyarakat,” tutup Agusman. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

17 mins ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

20 mins ago

Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri

Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More

35 mins ago

CEO Infobank: Jual Beli Kendaraan STNK Only Ilegal dan Berisiko Pidana

Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More

44 mins ago

Presiden Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More

51 mins ago

DPLK Avrist Targetkan Nasabah Tumbuh 15 Persen di 2026

Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More

1 hour ago